![]() |
| Suasana kuliah umum hasil kolaborasi UTND dan PPKS di aula gedung kampus UTND pada Kamis (18/9/2025). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Universitas Tjut Nyak Dhien (UTND) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menggelar Kuliah Umum bertajuk Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan, di aula gedung kampus tersebut pada Kamis (18/9/2025).
Kegiatan ini diikuti 30 mahasiswa penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit. Acara dibuka resmi oleh Rektor UTND, Dr. apt. Eva Sartika Dasopang, SSi, MSi, yang menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung penguatan industri strategis nasional.
“Tahun ini Alhamdulillah kita mendapatkan beasiswa BPDP untuk 30 mahasiswa Prodi Agroteknologi. Harapan kami, di tahun 2026 BPDP bisa memperluas cakupan beasiswa ini, tidak hanya untuk petani kelapa sawit, tetapi juga anak-anak petani kelapa dan coklat,” ujar Eva.
Kuliah umum menghadirkan narasumber utama, Dr. Winarna, Kepala PPKS Medan. Ia memaparkan materi berjudul Pengembangan SDM di Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan.
Dalam paparannya, Winarna menekankan pentingnya kombinasi antara pengetahuan dasar (basic knowledge) dan keterampilan lunak (soft skill) seperti komunikasi, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi di lapangan.
“Mahasiswa juga harus melek teknologi digital dan yang terpenting memiliki attitude yang baik. Ini kunci untuk bertahan dan berkembang di industri sawit berkelanjutan,” tegas Winarna.
Melalui program beasiswa dan kolaborasi ini, UTND dan PPKS berharap lahir tenaga kerja profesional dan kompeten yang siap terjun sebagai asisten kebun maupun posisi strategis lainnya.
Investasi pada SDM berbasis keberlanjutan diyakini mampu memperkuat daya saing industri sawit di pasar global, sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. (rel)
