-->

Fraksi Gerindra Ultimatum Wali Kota Binjai Tidak Main Anggaran Pendapatan Daerah

Sebarkan:

 

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Binjai, Ronggur Simorangkir, mengingatkan Wali Kota Amir Hamzah untuk tidak main-main dengan anggaran pendapatan daerah. Istimewa/Hastara.id

BINJAI, HASTARA.ID — Fraksi Gerindra ingatkan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah untuk tidak main-main dengan anggaran pendapatan daerah. Mengingat evaluasi Gubernur Sumatera Utara terkait rendahnya tren pendapatan 0,84% dari tahun anggaran 2023-2025, sangat memprihatinkan.

“Keputusan Gubernur Sumut tentang evaluasi Ranperda P-APBD Tahun Anggaran 2025, menjelaskan bahwa ada tren pendapatan daerah rata-rata hanya 0,84% dari tahun anggaran 2023 sampai 2025. Harusnya kan ada evaluasi, namun sejak 2023, 2024 dan 2025 trennya tetap 0,84%, jadi wajar kami menduga ada pembiaran,” kata Anggota Fraksi Gerindra DPRD Binjai, Ronggur Raja Doli Simorangkir, Kamis (6/11).

Ronggur menyatakan, dalam rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait keputusan Gubsu tentang evaluasi Ranperda P-APBD Tahun Anggaran 2025, ada beberapa poin yang menjadi catatan Fraksi Gerindra. Di antaranya soal tren target pendapatan daerah yang rata-rata hanya 0,84% dari TA. 2023 sampai 2025.

Menurutnya, persentase 0,84% tersebut sesungguhnya angka yang cukup mengkhawatirkan. Dari angka tersebut, kata Ronggur, publik bisa melihat bagaimana keseriusan Pemko Binjai dalam menggali pendapatan dan kebocoran pendapatan daerah.

“Jadi wajar kalau ada asumsi Wali Kota Binjai menikmati situasi ini. Alasannya sederhana, target pendapatan kita rata-rata hanya 0,84% dari 2023 sampai 2025, artinya situasi itu berulang, tiga tahun berturut-turut,” kata Ronggur.

Pertanyaan sederhananya, imbuh Ronggur, jumlah penduduk dari 2023 terus tumbuh, jumlah pembangunan kawasan permukiman juga demikian dan berkali-kali Wali Kota Amir Hamzah bangga menyebut angka kemiskinan di Binjai menurun. 

“Lalu mengapa angka pendapatan daerah kita hanya terhenti di angka 0,84% dari tahun 2023 sampai 2025? Kami dari Fraksi Gerindra memberi catatan kepada pak sekretaris daerah agar tren pendapatan itu bisa meningkat dari tahun ke tahun dan tidak terhenti di angka 0,84%," pungkasnya. (red)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini