-->

Update Korban Bencana Alam Sumut: 55 Orang Meninggal Dunia, 42 Hilang, 69 Luka-luka

Sebarkan:

 

Kolase foto bencana alam meluluhlantakkan Tapteng - Sibolga serta delapan kabupaten dan kota lain di Sumatera Utara. Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Utara memasuki fase kritis. Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, merilis laporan lengkap perkembangan banjir bandang, longsor, dan cuaca ekstrem yang menerjang setidaknya 15 kabupaten/kota sejak 24 hingga 28 November 2025.

Dalam laporan sementara itu, tercatat 166 korban terdiri dari 55 meninggal dunia, 42 hilang, dan 69 luka-luka. Ribuan warga kini hidup di pengungsian akibat kerusakan parah di berbagai wilayah.

BPBD Sumut menyebut sebaran bencana terjadi hampir merata, mulai dari pesisir barat hingga kawasan pegunungan.

•Kota Sibolga menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 17 jiwa.

•Disusul Tapanuli Selatan dengan 15 korban meninggal dan lebih dari 3.000 warga mengungsi.

•Tapanuli Utara mencatat 11 korban meninggal dan 35 warga masih hilang setelah banjir bandang dan longsor menyapu permukiman.

•Di Humbang Hasundutan, lima warga ditemukan meninggal dan empat lainnya hilang.

“Curah hujan ekstrem memicu banjir bandang dan longsor di hampir seluruh wilayah. Situasi masih sangat kritis karena akses banyak yang terputus,” kata Tuahta, Jumat (28/11).

Akses Putus, Bantuan Terhambat

Sejumlah daerah masih sulit dijangkau akibat tertutup lumpur dan material longsor. Wilayah-wilayah seperti Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, dan Tapanuli Tengah dilaporkan mengalami keterlambatan bantuan.

Menurut Tuahta, petugas terus melakukan evakuasi dan pendataan, namun keterbatasan personel serta alat berat menjadi hambatan utama.

“Kebutuhan mendesak hampir sama di semua daerah: personel tambahan, logistik, alat berat, alat komunikasi, dan suplai listrik,” ujarnya.

Lonjakan jumlah pengungsi terjadi di berbagai daerah, antara lain:

•Tapanuli Selatan: ±3.000 jiwa

•Tebing Tinggi: 1.584 jiwa

•Mandailing Natal: 779 KK

•Padangsidimpuan: 870 jiwa

Sementara itu, banjir besar juga menggenangi Kota Binjai dan Medan, meski pendataan dampaknya masih berlangsung.

Tuahta menegaskan BPBD Sumut terus berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI/Polri, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta institusi terkait lainnya untuk mempercepat penanganan bencana.

“Kami bekerja 24 jam. Laporan ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui,” katanya.

BPBD Sumut juga mengimbau masyarakat tetap waspada. Intensitas hujan diprediksi tetap tinggi, sementara beberapa sungai besar di Sumut masih berada dalam status siaga hingga awas. (prn/bbs)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini