Acara tahunan tersebut mempertemukan regulator, pelaku industri, dan pemimpin teknologi untuk membahas arah pemanfaatan AI serta peluang dan risiko yang mengiringinya. Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menjadi salah satu pembicara utama yang menyoroti percepatan transformasi digital yang kini tak terelakkan bagi dunia usaha.
Dian menjelaskan, perkembangan AI yang melaju secara eksponensial telah mengubah hampir seluruh lini bisnis Telkom. Dengan kapasitas infrastruktur terbesar di Indonesia, Telkom disebut memiliki posisi strategis untuk mendorong kesiapan digital para pelaku industri.
“Di regional, Telkom adalah yang paling besar dan lengkap. Di darat, laut, dan udara, Telkom mempunyai ekosistem digital baru yang terintegrasi, terutama untuk layanan cloud dan data center,” ujarnya.
Telkom saat ini mengoperasikan lebih dari 177 ribu kilometer jaringan fiber, 271 ribu BTS, data center yang tersebar secara nasional, hingga tiga satelit berkapasitas total 42,2 Gbps. Infrastruktur itu, kata Dian, menjadi tulang punggung bagi layanan digital dan pemrosesan data berkapasitas besar yang sangat dibutuhkan untuk adopsi AI skala industri.
Melihat kebutuhan industri yang semakin kompleks, TelkomGroup mulai menerapkan AI for Network untuk mengotomasi operasi jaringan, meningkatkan efisiensi routing, serta memperkuat perencanaan kapasitas. Penerapan ini disebut membuat kualitas layanan lebih reliabel dan siap menghadapi lonjakan trafik data di masa mendatang.
Telkom juga menyiapkan infrastruktur pendukung AI untuk menghasilkan layanan internet dan komputasi yang lebih stabil, adaptif, dan aman bagi kebutuhan enterprise.
Guna memastikan penerapan AI berjalan terarah, aman, dan memberikan dampak nyata, Telkom menghadirkan Telkom AI Center of Excellence (AI CoE) sebagai pusat inovasi dan orkestrator pemanfaatan AI di seluruh TelkomGroup. AI CoE dibangun atas empat pilar:
•AI Campus – pengembangan talenta digital
•AI Connect – kolaborasi multi-stakeholder
•AI Playground – ruang uji coba dan riset use case
•AI Hub – integrasi ekosistem dan standardisasi teknologi
Pendekatan tersebut memungkinkan industri, akademisi, regulator, dan komunitas bekerja sama mengembangkan solusi AI yang siap diimplementasikan dan memenuhi standar keamanan data.
Melalui pusat keunggulan ini, Telkom berharap dapat melahirkan gelombang inovasi digital baru sekaligus memperkuat kedaulatan data nasional. Dian menegaskan, pengembangan talenta menjadi kunci agar dunia usaha dapat memanfaatkan AI secara tepat dan bertanggung jawab.
“Dengan backbone infrastruktur yang tersebar dari Aceh sampai Papua, solusi AI dari Telkom Solution akan semakin mudah diakses pelaku bisnis di seluruh Indonesia,” kata Dian.
Telkom menyatakan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem solusi AI yang inklusif, aman, dan dapat dioperasionalkan secara langsung oleh perusahaan lintas industri—mulai dari manufaktur, finansial, transportasi, kesehatan, hingga sektor publik. (rel)
