-->

Giliran Zakir Syarif Daulay, Total Tujuh Pejabat Eselon II Pemprovsu Mengundurkan Diri di Era Bobby Nasution

Sebarkan:

 

Kolase foto tujuh pejabat eselon II di lingkungan Pemprovsu yang secara resmi sudah mengundurkan diri dari jabatannya. Istimewa
MEDAN, HASTARA.ID — M Zakir Syarif Daulay mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatera Utara. Kondisi ini menambah rentetan panjang daftar pejabat eselon II Pemprov Sumut mengundurkan diri di era Gubernur Bobby Nasution.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian (Bapeg) Sumatera Utara, Sutan Tolang Lubis, pengunduran diri Zakir Syarif Daulay berkaitan dengan perubahan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut.

Menurut Sutan, perubahan SOTK tersebut mencakup penggabungan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Dinas Perkebunan dan Peternakan yang akan digabung dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Seperti yang disampaikan ke kami, ini kaitannya dengan perubahan SOTK. Jenis perkebunan dan peternakan ini bergabung dengan pertanian ketahanan pangan. Jadi sebenarnya berkaitan dengan itu," ujar Sutan menjawab wartawan, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, penggabungan dua dinas menjadi satu otomatis berdampak pada struktur jabatan, termasuk posisi eselon II. Dengan dua dinas dilebur menjadi satu, jumlah jabatan pimpinan tinggi pratama akan berkurang.

"Kalau Dinas Perkebunan dan Peternakan bergabung dengan pertanian ketahanan pangan, ini kan dua dinas jadi satu. Tidak hanya di eselon II, mungkin di eselon III juga terjadi pengurangan," ucapnya. 

Sutan menyebut, penataan jabatan merupakan konsekuensi dari penerapan SOTK baru yang saat ini tengah dijalankan pemerintah daerah. Penyesuaian struktur akan dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.

"Ini kan menjalankan SOTK yang baru. Nanti disesuaikan dengan kebutuhan," katanya.

Ia menyarankan agar detail teknis terkait penyusunan struktur dan komposisi jabatan dikonfirmasi langsung ke Biro Organisasi, sebagai pihak yang menyusun dan merancang perubahan SOTK tersebut.

Terkait spekulasi bahwa pengunduran diri Zakir Syarif Daulay disebabkan faktor masa pensiun yang sudah dekat, Sutan membantah hal tersebut. Ia menyebut masa dinas Zakir masih cukup panjang.

"Kalau masa dinasnya setahu kami masih lama, panjang. Nanti coba kami cek dulu. Tapi yang disampaikan ke kami, ini karena kaitan perubahan SOTK. Tidak ada alasan lain," tegasnya.

Sutan kembali menegaskan bahwa pengunduran diri tersebut murni berkaitan dengan restrukturisasi organisasi dan tidak dilatarbelakangi faktor lain.

"Tidak ada alasan yang lain. Ini kaitan perubahan SOTK," pungkasnya.

Zakir Syarif Daulay menambah total tujuh pejabat eselon II Pemprovsu di era Gubernur Bobby Nasution yang mengundurkan diri. Berdasarkan catatan Hastara.id, sebelumnya enam pejabat eselon II sudah lebih dulu mengundurkan diri, antara lain: 

1. Muhammad Rahmadani Lubis – Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) pada 16 Mei 2025 dengan alasan ingin fokus pada pendidikan.

2. Ilyas Sitorus – Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (sebelumnya sempat dinonaktifkan sebelum pengunduran dirinya dikonfirmasi).

3. Hasmirizal Lubis – Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman pada Oktober 2025 dengan alasan ingin beristirahat menjelang masa pensiun.

4. Rajali – Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura pada Oktober 2025.

5. Hendra Dermawan Siregar — Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 9 Februari 2026. Alasan pribadi terkait ketidaksesuaian dengan jabatan yang diembannya.

6. Fitra Kurnia — Mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Perindag ESDM pada 9 Februari 2026. Alasannya ingin fokus mengurus keluarga. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini