-->

Wasekjend HMI Desak Jaksa Agung Copot Kajari Medan: Kerjanya Hanya Off-road

Sebarkan:

 

Kolase foto Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin dengan Kepala Kejari Kota Medan, Fajar Syah Putra. Istimewa. 
MEDAN, HASTARA.ID — Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Hasbi Alwi Silalahi, mendesak Jaksa Agung ST Burhanuddin segera mencopot Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Medan, Fajar Syah Putra. Desakan tersebut muncul menyusul tertangkapnya seorang jaksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Hasbi menilai, penangkapan jaksa oleh KPK menjadi indikator kuat bahwa persoalan integritas masih serius di tubuh institusi Adhyaksa. Ia menduga pola dugaan korupsi serupa juga terjadi di wilayah hukum Kota Medan, yang berada di bawah kewenangan Kejaksaan Negeri Medan.

“Kami mendesak Jaksa Agung segera bertindak tegas dengan mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Kota Medan, Fajar Syah Putra. Kami menduga yang bersangkutan juga menerima sejumlah gratifikasi,” kata Hasbi dalam pernyataan tertulis yang diterima Hastara.id, Senin (22/12/2025).

Menurut Hasbi, selama menjabat, Kajari Medan dinilai tidak bekerja secara profesional. Ia menyoroti banyaknya dugaan tindak pidana korupsi di Kota Medan yang hingga kini tak kunjung diproses secara hukum.

“Kami menduga Kajari Medan sengaja menutup mata. Banyak dugaan korupsi yang telah disuarakan publik, namun Kejari Medan tidak menunjukkan langkah penegakan hukum yang jelas,” tegasnya.

Hasbi bahkan mengkritik kinerja Kajari Medan yang dinilainya lebih menonjolkan aktivitas di luar tugas penegakan hukum. Ia menyebut hal tersebut mencederai marwah institusi kejaksaan.

“Sebagai aparat penegak hukum, seharusnya fokus bekerja, bukan sibuk dengan urusan hobi. Kerjanya hanya main off-road saja. Ini memalukan di mata publik,” ujarnya.

Ia menambahkan, minimnya tindakan Kejari Medan dalam menangani dugaan korupsi semakin memperkuat kekecewaan masyarakat sipil. Padahal, kata Hasbi, berbagai media dan lembaga masyarakat telah berulang kali menyuarakan persoalan tersebut.

“Kondisi ini sangat kami sayangkan. Terlebih setelah adanya kasus di Bekasi dan Kalimantan, seharusnya menjadi alarm keras bagi Jaksa Agung untuk bersih-bersih di internal,” ungkapnya.

Hasbi berharap Jaksa Agung ST Burhanuddin dapat mengambil langkah tegas dan objektif demi memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan, khususnya di Kota Medan. (prn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini