-->

Gubsu Bobby 'Roasting' Kadis Kesehatan Faisal Hasrimy Soal Masih Adanya RS Tolak Pasien Berobat

Sebarkan:

 

Tangkapan layar Gubsu Bobby Nasution saat memimpin rapat dengan jajaran Dinkes Sumut dan BPJS Kesehatan terkait masih adanya penolakan RS terhadap pasien yang ingin berobat, di Kantor Gubsu Jalan Pangeran Diponegoro Medan, baru-baru ini. Istimewa

MEDAN, HASTARA.ID — Program berobat gratis menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang digulirkan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui skema Universal Health Coverage (UHC) menjadi salah satu program andalan dan kebanggaan masyarakat. Program ini menjamin seluruh warga Sumut dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala kepesertaan BPJS aktif. 

Sayangnya di lapangan masih ditemukan keluhan masyarakat terkait penolakan rumah sakit terhadap pasien yang hendak berobat hanya dengan menunjukkan KTP Sumut. Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution. Dalam rapat bersama Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy dan pihak BPJS Kesehatan di kantor Gubsu, baru-baru ini. Bobby secara tegas mempertanyakan alasan masih adanya rumah sakit yang menolak pasien peserta UHC. Rapat tersebut dilihat Hastara.id  lewat unggahan video dari akun Instagram Gubsu Bobby Nasution @BobbyNst pada Senin siang, 12 Januari 2026. 

“Izin bertanya pak gub (gubernur), apakah program UHC masih berlaku? RSU Melati di Serdang Bedagai terdaftar di BPJS, namun pasien diminta berobat umum,” ujar Bobby sembari membacakan pesan keluhan warga yang masuk kepadanya. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sumut, Faisal Hasrimy dan pihak BPJS dinilai belum memberikan jawaban yang konkret. 

Faisal hanya menyampaikan bahwa pihaknya akan menegur serta memberi sanksi kepada rumah sakit yang menolak pasien UHC, tanpa menjelaskan solusi teknis agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. 

Sementara itu, pihak BPJS menyebutkan bahwa penolakan pasien ber-KTP Sumut umumnya terjadi di daerah dengan tingkat keaktifan kepesertaan BPJS di bawah 80 persen. Pernyataan tersebut juga dibenarkan oleh Dinas Kesehatan Sumut. 

Jawaban tersebut langsung ditanggapi Gubsu Bobby Nasution dengan nada tegas. la menegaskan bahwa justru program UHC hadir untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi warga yang BPJS-nya tidak aktif atau bahkan belum terdaftar sebagai peserta. 

“Program UHC memang menyasar masyarakat yang BPJS-nya tidak aktif atau tidak punya BPJS sama sekali. Karena itulah pemerintah hadir melalui UHC," tegas Bobby. 

Bobby menegaskan, capaian UHC di Sumatera Utara saat ini sudah mencapai 100 persen. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi rumah sakit untuk menolak pasien hanya karena status BPJS. 

“Tidak boleh ada rumah sakit yang menolak warga Sumut berobat gratis hanya dengan KTP. Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bobby. 

Jawaban tersebut langsung ditanggapi Gubsu Bobby Nasution dengan nada tegas. Ia terlihat seperti 'me-roasting' Faisal Hasrimy atas masih terjadinya peristiwa penolakan RS terhadap pasien yang ingin berobat. la menyatakan bahwa justru program UHC hadir untuk menjamin pelayanan kesehatan bagi warga yang BPJS-nya tidak aktif atau bahkan belum terdaftar sebagai peserta. 

“Program UHC memang menyasar masyarakat yang BPJS-nya tidak aktif atau tidak punya BPJS sama sekali. Karena itulah pemerintah hadir melalui UHC," ujarnya. 

Bobby menegaskan, capaian UHC di Sumatera Utara saat ini sudah mencapai 100 persen. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi rumah sakit untuk menolak pasien hanya karena status BPJS. 

“Tidak boleh ada rumah sakit yang menolak warga Sumut berobat gratis hanya dengan KTP. Program ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkas Bobby. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini