![]() |
| Kolase bangunan mirip bengkel dan penyimpanan mobil-mobil seperti offroad yang merupakan tempat terbakarnya mobil listrik Gubsu Bobby Nasution di Jl. Sei Asahan, Medan. |
Data yang diperoleh wartawan dari online Samsat Keliling Medan Selatan 2, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kamis (8/1/2026), mobil listrik merek Hyundai IONIQ 5 N dengan nomor plat BK 1373 AFV tersebut tercatat atas nama sebuah perusahaan.
Perusahaan real estate itu bernama PT. Wirasena Cipta Reswara dengan beralamat di Komplek Tasbi Setiabudi Square No.28, Kel. Tanjungsari, Kec. Medan Selayang, Kota Medan, dipastikan milik Gubsu Bobby Nasution.
Saat ditelusuri profil PT. Wirasena Cipta Reswara di laman antikorupsi.org, Indonesia Corruption Watch (ICW), disebut bahwa Bobby Nasution merupakan komisaris di perusahaan tersebut. Ia memiliki saham senilai Rp9,3 miliar.
Salah satu proyek PT. Wirasena Cipta Reswara adalah pembangunan perumahan bersubsidi Sukabumi Sejahtera Satu yang bekerjasama dengan pemerintah dan Bank BTN di Cikembar, Sukabumi, Jawa Barat.
Perusahaan itu juga memperluas ekspansi ke sektor tambang, dengan menanam saham Rp5,7 miliar di PT. Sambas Minerals Mining.
Bobby Nasution merupakan salah satu pemegang saham mayoritas di Takke Group bersama Lauren M Takke. Sebanyak 10-20 persen saham Bobby di Takke Group. Takke group memegang proyek berupa Kemang View, Metro Galaxy dan Gardenia Bogor. Takke Group memiliki cadangan lahan 2,5 hektar di mana akan dikembangkan properti dan perkantoran.
Sementara sumber awak media yang merupakan mantan pejabat yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan bahwa lahan dan bangunan mirip bengkel tempat terbakarnya mobil listrik tersebut juga milik Bobby Nasution.
‘’Bangunan mirip bengkel punya Bobby itu. Iya, dia punya itu waktu masih Wali Kota Medan,’’ kata sumber melalui pesan WhatsApp.
Awak media yang terus berupaya mengkonfirmasi persoalan tersebut kepada Gubernur Sumut Bobby Nasution belum juga berhasil. Berulang kali dihubungi dan kirim pesan, tidak direspons. Pesan WhatsApp yang dikirim centang dua tanda dibaca, namun tidak dibalas. Begitu juga saat ditelpon tidak diangkat. (waspada.id)
