![]() |
| Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tapanuli Utara membersihkan dan menormalisasi saluran drainase di kawasan Jalan Diponegoro, Tarutung, Jumat (24/7/2026). O. Sihombing/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait ancaman banjir yang kerap terjadi saat hujan deras. Melalui tim Pemadam Kebakaran (Damkar), normalisasi saluran drainase dilakukan secara serentak di Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada, Tarutung, Jumat (24/7/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperlancar aliran air sekaligus mengantisipasi terulangnya genangan yang sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat pada pekan lalu. Di lapangan, personel Damkar membersihkan gorong-gorong dan saluran drainase yang tersumbat akibat endapan pasir, batu, serta tumpukan sampah. Petugas bahkan membongkar bagian saluran yang tertutup rapat sebelum menyemprotkan air bertekanan tinggi untuk mengembalikan fungsi drainase agar kembali optimal.
Normalisasi difokuskan di titik pembuangan air di Kelurahan Hutatoruan X, Kecamatan Tarutung, yang selama ini diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke badan jalan dan permukiman warga saat curah hujan tinggi.
Upaya tersebut merupakan tindak lanjut atas banjir yang melanda kawasan Tarutung pada Jumat (17/7/2026). Saat itu, hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga banjir merendam puluhan rumah warga, lapak pedagang di sepanjang Sungai Aek Sigeaon, rumah makan, serta sejumlah tempat usaha di kawasan Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada.
Peristiwa itu mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kerugian materiil bagi para pelaku usaha.
Respons cepat yang ditunjukkan Pemkab Tapanuli Utara melalui tim Damkar mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai pemerintah tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga langsung turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan yang telah lama dikeluhkan.
Ramses Pangaribuan, pemilik William Cafe di kawasan tersebut, mengaku lega karena pemerintah segera melakukan penanganan terhadap saluran drainase yang menjadi sumber persoalan banjir.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tapanuli Utara yang telah merespons keluhan masyarakat dengan cepat. Selama ini setiap hujan deras, tempat usaha kami selalu kebanjiran dan menimbulkan kerugian. Semoga setelah drainase dinormalisasi, banjir tidak lagi terjadi," ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah terus melakukan pemeliharaan drainase secara berkala agar saluran air tetap bersih dan berfungsi optimal. Dengan demikian, potensi genangan maupun banjir dapat diminimalkan sehingga aktivitas warga dan pelaku usaha dapat berjalan dengan aman dan nyaman. (os)
