MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan kembali menunjukkan solidaritas antardaerah dengan mengirimkan bantuan alat berat ke Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, guna membantu percepatan pemulihan pascabanjir. Bantuan tersebut dikirimkan dalam tiga tahap melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK).
Plt Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, mengatakan pengiriman alat berat ini merupakan tindak lanjut atas permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sekaligus arahan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap.
“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota Medan, Dinas SDABMBK telah mengirimkan bantuan alat berat sebanyak tiga tahap untuk membantu percepatan pemulihan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Gibson saat dikonfirmasi, Jumat (9/1/2026).
Gibson mengatakan, tahap pertama pengiriman dilakukan pada 19 Desember 2025 dan dilepas langsung Wali Kota Medan di balai kota. Pada tahap awal tersebut, Pemko Medan mengirimkan satu unit motor grader, dua unit backhoe loader, empat unit dump truck, serta tiga unit trado lengkap dengan operator dan sopir.
Dalam pelaksanaannya, petugas Dinas SDABMBK melakukan koordinasi intensif dengan Pemkab Aceh Tamiang untuk membersihkan sejumlah lokasi terdampak banjir. Dari hasil evaluasi di lapangan, dibutuhkan tambahan alat berat jenis skid loader guna meningkatkan efektivitas pembersihan.
“Kebutuhan itu kami sampaikan kepada Bapak Wali Kota Medan dan langsung direspons dengan baik. Pada 31 Desember 2025, kami kembali mengirimkan dua unit skid loader karena alat tersebut sangat dibutuhkan untuk pembersihan material sisa banjir,” ungkap Gibson.
Keberadaan alat berat dari Pemko Medan dinilai signifikan dalam mempercepat proses pemulihan, termasuk pembersihan kantor-kantor pemerintahan dan fasilitas umum. Aksi solidaritas ini pun mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri.
“Melihat efektivitas alat berat yang kita kirimkan, Kemendagri berharap Pemko Medan kembali menambah skid loader agar pembersihan lebih maksimal. Praja IPDN juga turut diterjunkan membantu percepatan pemulihan,” ujarnya.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Wali Kota Medan kembali menginstruksikan pengiriman bantuan tahap ketiga dengan catatan tidak mengganggu pelayanan publik di Kota Medan.
“Pada 7 Januari 2026, kami mengirimkan empat unit skid loader, satu unit kompresor, dan satu unit mobil crane untuk memindahkan material sisa banjir. Total keseluruhan alat berat dan truk yang dikirimkan mencapai 14 unit, didukung 23 petugas operator dan sopir,” ungkap Gibson.
Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh alat berat dan personel masih disiagakan di Kabupaten Aceh Tamiang. Pola kerja dan mekanisme pembersihan sepenuhnya mengikuti arahan Pemkab Aceh Tamiang dan Kemendagri.
“Kami memastikan pengiriman alat berat ini tidak mengganggu aktivitas pelayanan Dinas SDABMBK di Kota Medan. Peralatan masih mencukupi, dan itu menjadi pesan tegas Bapak Wali Kota Medan kepada kami,” pungkas Gibson. (rel)
