![]() |
| Pelaksana Tugas Kadis SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan (dua dari kanan) mengikuti Rapat Kerja Spesifik bersama Komisi V DPR, Senin (2/2/2026). Istimewa/Hastara.id |
Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, Gibson Panjaitan, saat Rapat Kerja Spesifik bersama Komisi V DPR RI, Senin (2/2/2026).
Dalam forum itu, Gibson mengungkapkan dua persoalan besar yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Medan, yakni kemacetan lalu lintas dan banjir yang kerap melanda kawasan pesisir, terutama Medan Belawan.
Menurutnya, kemacetan parah sering terjadi di ruas jalan utama menuju Pelabuhan Belawan. Antrean kendaraan bahkan kerap mengular hingga berjam-jam, sehingga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan distribusi logistik.
“Pemko Medan berharap penanganan simpang yang selama ini berhasil diterapkan di beberapa titik dapat diperluas ke kawasan-kawasan krusial lainnya, terutama menuju Pelabuhan Belawan,” ujar Gibson.
Mengenai persoalan banjir disebut jauh lebih kompleks dibanding kemacetan. Gibson menilai, akar masalah banjir di Kota Medan terletak pada kondisi aliran sungai di bagian hilir yang belum berfungsi optimal.
“Pengalaman selama ini menunjukkan, air sering tertahan di hilir dan lambat mengalir ke laut. Akibatnya, ketika hujan deras turun, genangan tidak bisa dihindari,” katanya.
Ia menyoroti tiga sungai besar yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah, yakni Sungai Deli, Sungai Kera, dan Sungai Belawan. Ketiga sungai tersebut memiliki peran vital sebagai jalur utama pembuangan air dari kawasan perkotaan menuju laut.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Medan telah mengirimkan surat resmi kepada Komisi V DPR RI serta kementerian terkait untuk meminta dukungan penambahan alat berat dan infrastruktur pengendalian banjir. Dukungan tersebut dinilai penting guna mempercepat normalisasi sungai serta mengoptimalkan sistem drainase perkotaan.
“Melalui kunjungan kerja ini, kami berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah pusat, baik untuk percepatan pembangunan infrastruktur jalan maupun pengendalian banjir di kawasan rawan seperti Medan Belawan,” ujar Gibson.
Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat disebut menjadi kunci agar persoalan kemacetan dan banjir yang selama ini menghantui warga Medan dapat ditangani secara berkelanjutan demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Golkar, Musa Rajekshah berjanji akan mengawal aspirasi dari Sumatera Utara agar dapat ditindaklanjuti secara maksimal dan sesuai dengan target yang diharapkan. (red)
