-->

FAJI Taput Bantu Evakuasi Korban Hanyut di Sungai Batang Toru, Ditemukan Setelah Empat Hari Pencarian

Sebarkan:

 

Ketua FAJI Tapanuli Utara, Frans Manalu, bersama tim gabungan saat melakukan pencarian korban hanyut di Sungai Batang Toru, Kamis (28/5/2026). O. Sihombing/Hastara.id 

TAPUT, HASTARA.ID — Tim gabungan akhirnya berhasil menemukan korban hanyut berinisial ABS (53), warga Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), setelah empat hari pencarian intensif di aliran Sungai Aek Batang Toru.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 09.50 WIB, sekitar 500 meter sebelum kawasan Batu Hopit (Simasom). Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD Tapanuli Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Taput. 

Ketua FAJI Taput, Frans Manalu, mengatakan pihaknya turut membantu proses pencarian karena kondisi arus Sungai Aek Batang Toru cukup deras dan memiliki medan yang menantang.

“Ini merupakan bentuk kemanusiaan. Kami hadir sebagai relawan untuk membantu pemerintah dalam proses pencarian korban,” ujar Frans kepada Hastara.id, Kamis (28/5/2026). 

Menurutnya, selama proses pencarian tim gabungan menggunakan sejumlah peralatan pendukung, termasuk drone, serta menyisir setiap tepian sungai mulai dari lokasi korban dilaporkan hanyut hingga ke wilayah Kecamatan Pahae Julu.

Frans menjelaskan, keterlibatan FAJI juga didasari pengalaman dan kemampuan tim dalam pengendalian arung jeram di medan sungai berarus deras.

“Tim SAR belum sepenuhnya menguasai karakter arus sungai di lokasi tersebut. Karena itu, FAJI turut mengambil peran dalam proses pencarian dan pengendalian arung jeram selama evakuasi berlangsung,” kata alumni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Sebelumnya, korban dilaporkan hanyut saat memancing bersama rekannya di kawasan Batu Hopit pada Minggu (24/5/2026). Usai ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi tim gabungan dan dibawa ke RSUD Tarutung untuk pemeriksaan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Suasana duka menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban tiba dan melihat jasad ABS. Tangis keluarga pecah menyambut kepulangan korban yang ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

“Kami berencana langsung memakamkan korban hari ini juga,” ujar salah seorang anggota keluarga. (os)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini