![]() |
| Wakil Bupati Taput, Deni Parlindungan Lumbantoruan memberikan penghiburan kepada keluarga korban hanyut di Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung. O. Sihombing/Hastara.id |
TAPUT, HASTARA.ID — Upaya pencarian terhadap seorang warga yang hanyut di Sungai Batang Toru terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan bersama masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Selasa, 26 Mei 2026.
Korban diketahui berinisial ABS (53), warga Lumban Toruan, Dusun III Barbaran, Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung. Ia dilaporkan hanyut dan diduga tenggelam di kawasan Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea, Minggu (24/5/2026) siang.
Pemerintah Kabupaten Taput pun bergerak cepat merespons peristiwa tersebut. Wakil Bupati Taput Deni Parlindungan Lumbantoruan turun langsung meninjau posko pencarian sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga korban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa naas itu bermula saat korban pergi memancing bersama rekannya, Luhut Pasaribu, pada Minggu sekitar pukul 09.00 WIB. Keduanya berjalan kaki menuju lokasi memancing di tepian Sungai Batang Toru dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum memancing, keduanya sempat beristirahat di sebuah gubuk sambil menikmati kopi. Sekitar pukul 11.00 WIB, mereka kemudian memancing di titik yang berbeda dengan jarak sekitar 15 meter.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Luhut menyadari korban sudah tidak berada di lokasi semula. Saat melakukan pencarian di sekitar tepian sungai, saksi sempat melihat kepala korban terseret arus deras Sungai Batang Toru. Karena tidak mampu melakukan pertolongan akibat derasnya arus dan kondisi sungai yang cukup dalam, saksi segera kembali ke permukiman warga untuk meminta bantuan.
Mendapat laporan tersebut, personel kepolisian bersama warga dan keluarga korban langsung melakukan pencarian hingga Minggu malam. Namun korban belum berhasil ditemukan sehingga operasi pencarian dilanjutkan pada Senin (25/5/2026) hingga hari ini. Di lokasi kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Batang Toru.
Petugas Basarnas bersama unsur gabungan juga melakukan pemetaan titik lokasi kejadian dan pemantauan intensif di sekitar aliran sungai. Sementara kelompok masyarakat bergerak menuju wilayah Pahae Julu untuk melakukan pemantauan lanjutan di sepanjang daerah aliran sungai.
Setelah proses pemetaan selesai, pencarian diperluas hingga wilayah Pahae Julu dan Pahae Jae melalui penyisiran darat serta pemantauan udara menggunakan drone guna memperbesar peluang menemukan korban. Medan menuju lokasi pencarian diketahui cukup berat. Jarak dari posko menuju titik korban diperkirakan mencapai 1 hingga 2 kilometer dengan kondisi medan terjal dan sulit dilalui.
Deni Parlindungan berharap korban dapat segera ditemukan. Ia juga mengingatkan seluruh personel gabungan agar tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung.
“Keselamatan tim pencari harus tetap menjadi prioritas utama selama proses pencarian dilakukan,” ujarnya. (os)
