![]() |
| Suasana rapat perdana Forum Pemred SMSI Sumatera Utara menggelar rapat perdana di Teladan Kupi, Medan, Senin (6/4/2026). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumatera Utara menggelar rapat perdana di Teladan Kupi, Medan, Senin (6/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan agenda strategis untuk memperkuat peran media siber di daerah.
Rapat yang dimulai pukul 11.00 WIB itu dipimpin Ketua Forum Pemred SMSI Sumut, Lilik Riadi Dalimunthe, dihadiri sejumlah pemred dari berbagai perusahaan media siber di Sumatera Utara.
Lilik menegaskan, rapat perdana ini menjadi fondasi penting bagi forum dalam menjalankan fungsi sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antar pemimpin redaksi. Selain itu, forum diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme jurnalistik serta menjaga konsistensi penerapan Kode Etik Jurnalistik.
“Forum ini diharapkan menjadi ruang advokasi dan perlindungan pers, sekaligus mitra strategis bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum pemred juga berkomitmen memperkuat peran media siber yang profesional, independen, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif.
Sementara itu, Dewan Kehormatan Forum Pemred SMSI Sumut, Anton Panggabean, mendorong agar program strategis yang telah berjalan di tingkat nasional dapat diimplementasikan di daerah.
“Kita berharap program strategis di pusat dapat diterapkan di Sumatera Utara, sehingga keberadaan forum ini benar-benar memberi dampak positif bagi penguatan media siber,” katanya.
Dalam rapat tersebut, peserta juga menyoroti pentingnya peningkatan pemahaman terhadap regulasi hukum, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), yang berkaitan erat dengan praktik jurnalistik di lapangan.
Selain itu, forum membahas penyusunan tata tertib organisasi, upaya menjaga citra lembaga, serta mendorong keaktifan anggota dalam setiap kegiatan. Penguatan iuran rutin anggota juga menjadi perhatian guna mewujudkan kemandirian organisasi secara berkelanjutan. Di bidang pengembangan sumber daya manusia, forum merancang sejumlah agenda, termasuk seminar dan pelatihan jurnalistik.
Salah satu wacana yang mengemuka adalah penyelenggaraan seminar bertema “No Viral No Justice”, yang dinilai relevan dengan dinamika media digital saat ini.
Forum juga menyoroti pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dinilai berdampak signifikan terhadap pola kerja jurnalistik, sekaligus menekankan pentingnya menjaga kualitas karya agar tetap terverifikasi, berimbang, dan tidak bergantung secara berlebihan pada teknologi. Untuk mendukung operasional, forum merencanakan skema pendanaan mandiri melalui berbagai kegiatan produktif yang berpotensi menghasilkan dukungan finansial berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati pelaksanaan rapat rutin setiap awal bulan, rencana audiensi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Utara, serta penguatan kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihak.
Turut hadir Dewan Kehormatan Anton Panggabean, Wakil Ketua Sasli Pranoto Simarmata dan Hafnidah Dalimunthe, Sekretaris David Susanto, serta anggota Fitmen, Sahala Simatupang, Ahmad Rizal, M Herizal, Adi Wasgo, dan Ngatirin. (rel)
