-->

Fosad Inisiasi Diskusi dan Doa 100 Hari Wafatnya Sastrawan Jaya Arjuna

Sebarkan:

 

Flyer diskusi dan doa bersama untuk memperingati 100 hari wafatnya sastrawan Sumatera Utara, Ir Jaya Arjuna pada Sabtu, 18 April 2026. Istimewa

MEDAN, HASTARA.ID — Forum Sastrawan Deli Serdang (Fosad) akan menggelar diskusi dan doa bersama untuk memperingati 100 hari wafatnya sastrawan Sumatera Utara, Ir Jaya Arjuna pada Sabtu, 18 April 2026.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan peluncuran buku berjudul “Mengenang Sastrawan Insinyur Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban” yang disusun oleh S. Satya Dharma dan tim.

Acara akan berlangsung di Aula Perpustakaan Daerah dan Arsip Sumut, Jalan Brigjen Katamso, Medan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pembacaan puisi oleh sastrawan S. Ratman Suras, serta diskusi yang dipandu sastrawan sekaligus wartawan Fadmin P. Malau.

Jaya Arjuna, kelahiran Bukittinggi, 7 Oktober 1953, wafat pada 2 Januari 2026 dalam usia 73 tahun. Semasa hidupnya, sosok yang akrab disapa Bang Jaya ini dikenal konsisten menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan hidup dan peradaban manusia, baik melalui aktivitasnya sebagai dosen, aktivis, maupun lewat karya-karya sastra.

Sejak menjadi mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Jaya Arjuna aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan dan kesenian. Ia juga tercatat sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta salah satu pendiri Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Kompas) USU.

Dedikasinya terhadap isu lingkungan berlanjut hingga jenjang akademik. Ia menempuh pendidikan magister di University Putra Malaysia dengan fokus pada bidang lingkungan hidup. Kiprahnya sebagai aktivis bahkan sempat diwarnai peristiwa dramatis, ketika ia disebut pernah mendapat intimidasi akibat sikap tegasnya menolak praktik perusakan lingkungan.

Kisah perjalanan hidup dan pemikirannya terangkum dalam buku yang diluncurkan tersebut. Selain memuat karya-karya Jaya Arjuna, buku ini juga berisi testimoni dari rekan, kolega, serta sesama seniman yang menggambarkan sosoknya sebagai sastrawan, aktivis, dan pegiat lingkungan.

Di luar dunia akademik, Jaya Arjuna dikenal sebagai penulis produktif dan aktif dalam berbagai kegiatan seni di Medan. Hingga akhir hayatnya, ia tercatat sebagai anggota Majelis Kesenian Medan (MKM).

Melalui kegiatan ini, Fosad berharap warisan pemikiran dan semangat perjuangan Jaya Arjuna dapat terus menginspirasi generasi muda, khususnya dalam menjaga lingkungan dan merawat peradaban melalui karya sastra. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini