Negara dan kawasan penempatan tersebut meliputi Malaysia, Jepang, Timur Tengah, sejumlah negara Asia lainnya, Australia hingga Eropa. Langkah ini dinilai menjadi salah satu strategi Pemko Medan dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kota Medan, Ramaddan, menegaskan peluang kerja di luar negeri masih terbuka lebar bagi masyarakat Medan. Namun, ia mengingatkan proses keberangkatan harus melalui jalur resmi dan sesuai ketentuan pemerintah.
“Kesempatan kerja di luar negeri cukup besar, tetapi masyarakat harus memastikan prosesnya legal dan melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) yang terdaftar,” ujar Ramaddan saat rapat evaluasi bersama P3MI dan lembaga pelatihan kerja bahasa Jepang, 6 Mei 2026.
Dalam rapat tersebut, Disnaker melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan dan penempatan tenaga kerja, khususnya untuk warga Kota Medan yang akan diberangkatkan ke luar negeri. Evaluasi dilakukan guna memperkuat koordinasi, pengawasan, serta memastikan perlindungan bagi calon pekerja migran.
Ramaddan menjelaskan, sektor pekerjaan yang banyak tersedia di luar negeri antara lain operator produksi, perawat, caregiver, perkebunan, konstruksi hingga sektor jasa lainnya. Karena itu, calon pekerja diminta mempersiapkan diri secara matang, mulai dari keterampilan kerja, kemampuan bahasa asing, hingga kelengkapan dokumen.
“Calon pekerja harus benar-benar siap, baik secara kompetensi maupun administrasi. Jangan mudah tergiur tawaran keberangkatan instan yang tidak jelas prosedurnya,” tegasnya.
Disnaker Medan juga mengimbau masyarakat agar mencari informasi resmi terkait peluang kerja luar negeri melalui Disnaker maupun BP2MI guna menghindari praktik penempatan ilegal yang merugikan pekerja migran. Tak hanya itu, sebagai tindak lanjut hasil evaluasi, Disnaker Medan berencana menggandeng pihak perbankan untuk menghadirkan skema dana talangan biaya keberangkatan, khususnya bagi calon pekerja yang akan ditempatkan ke Jepang.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang memiliki kemampuan dan kesiapan kerja, namun terkendala biaya awal pemberangkatan. Melalui program fasilitasi kerja luar negeri, pembinaan mitra penempatan, pelatihan keterampilan serta dukungan pembiayaan, Disnaker Kota Medan berharap semakin banyak warga memperoleh akses pekerjaan yang aman, legal dan produktif di pasar kerja internasional. (has)
