![]() |
| Peserta Jambore Cabang Kota Medan 2026 tampak antusiasi mengikuti edukasi kebencanaan dan simulasi water rescue yang digelar BPBD Kota Medan di Taman Cadika, Sabtu (30/5). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Upaya membangun generasi muda yang tangguh menghadapi bencana terus dilakukan Pemerintah Kota Medan. Salah satunya melalui edukasi kebencanaan dan simulasi penyelamatan di air (water rescue) oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan kepada peserta Jambore Cabang Kota Medan 2026 di Taman Cadika, Sabtu (30/5).
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Jambore Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Medan pada 28–31 Mei 2026 itu mendapat antusias tinggi dari para peserta. Selain menerima materi tentang mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, para anggota Pramuka juga diajak mempraktikkan langsung teknik dasar penyelamatan di perairan melalui simulasi water rescue.
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, melalui Ketua Tim Kerja Lingkup Kesiapsiagaan sekaligus Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda, Muhammad Yamin Daulay, mengatakan edukasi kebencanaan kepada generasi muda merupakan langkah strategis dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga memperoleh keterampilan dasar yang dapat digunakan saat menghadapi situasi darurat, khususnya yang berkaitan dengan bencana di wilayah perairan,” ujar Yamin.
Simulasi yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut melibatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan. Para peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur penyelamatan korban, penggunaan peralatan keselamatan, hingga langkah-langkah evakuasi yang benar.
BPBD Kota Medan berharap anggota Pramuka dapat menjadi pelopor kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga, sekolah, maupun masyarakat sekitar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi risiko bencana. Dengan melibatkan generasi muda, diharapkan tercipta budaya mitigasi yang semakin kuat sehingga masyarakat lebih siap, sigap, dan tangguh saat menghadapi berbagai potensi bencana. (rel)
