-->

Meski Tanpa Cuti Bersama, Hampir 15 Ribu Penumpang Padati Kereta Api di Sumut saat Libur 1 Muharram 2026

Sebarkan:

 

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat tingginya mobilitas masyarakat pada momentum libur nasional Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. (Istimewa/ HASTARA)

PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID – Meski libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tahun ini jatuh tanpa cuti bersama, arus penumpang tetap mengalir. Di ruang tunggu, keluarga, pekerja, hingga mahasiswa duduk berdampingan, menunggu keberangkatan kereta yang akan membawa mereka ke berbagai kota di Sumatera Utara.


Di tengah dinamika itu, kereta api kembali menunjukkan perannya sebagai moda transportasi yang tak hanya praktis, tetapi juga dipercaya.


 Data dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat, hingga Selasa (16/6) pukul 11.00 WIB, jumlah pelanggan telah mencapai 7.414 orang. Angka ini diperkirakan masih akan bertambah seiring jadwal keberangkatan pada sore dan malam hari.


Jika ditarik lebih luas, dalam dua hari menjelang dan saat libur berlangsung, total pelanggan yang dilayani mencapai 14.967 orang. 


Rinciannya, sebanyak 7.553 pelanggan berangkat pada Senin (15/6), sementara ribuan lainnya memadati perjalanan di hari H. Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa kereta api tetap memiliki tempat di hati masyarakat, bahkan di tengah libur yang tidak panjang.


Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menilai tren tersebut sebagai cerminan kepercayaan publik terhadap layanan kereta api. Ia menyebut, meskipun momentum libur kali ini tidak memberikan waktu panjang untuk bepergian, minat masyarakat tetap tinggi.


“Meskipun tidak membentuk libur panjang karena tanpa cuti bersama, antusiasme masyarakat menggunakan kereta api pada libur Tahun Baru Islam ini tetap tinggi. Hal ini menunjukkan kereta api masih menjadi solusi transportasi yang diandalkan untuk mendukung mobilitas masyarakat antarkota di Sumatera Utara,” ujarnya saat dikonfirmasi. Rabu (17/6/2026).


Bagi banyak penumpang, kereta api bukan sekadar pilihan alternatif, melainkan kebutuhan. Di tengah padatnya lalu lintas jalan raya, perjalanan dengan kereta menawarkan kepastian waktu. Tidak ada kemacetan panjang, tidak ada kekhawatiran terjebak di jalan. Selain itu, kenyamanan selama perjalanan menjadi nilai tambah yang sulit ditandingi moda lain.


Hal ini pula yang mendorong KAI Divre I Sumut untuk kembali mengoperasikan KA Sribilah Fakultatif dengan relasi Medan–Rantauprapat (PP). Kehadiran kereta tambahan ini menjadi jawaban atas meningkatnya permintaan, sekaligus memberi fleksibilitas jadwal bagi masyarakat yang ingin bepergian tanpa harus berebut tiket di waktu tertentu.


Menurut Anwar, langkah tersebut bukan hanya soal menambah kapasitas, tetapi juga memastikan setiap pelanggan tetap mendapatkan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman.


 Ia menekankan bahwa keberhasilan layanan tidak hanya bergantung pada operator, tetapi juga pada kesadaran penumpang.


“KAI Divre I Sumatera Utara mengajak seluruh pelanggan untuk turut menjaga ketertiban dan mematuhi aturan selama berada di stasiun maupun dalam perjalanan kereta api. Dengan demikian, kenyamanan, keamanan, dan keselamatan bersama dapat terus terjaga,” tutupnya.


Di tengah mobilitas yang terus meningkat, kereta api tampaknya kian mengukuhkan diri sebagai tulang punggung transportasi antarkota di Sumatera Utara. Libur singkat bukan lagi penghalang bagi masyarakat untuk bepergian. Selama ada kebutuhan untuk bergerak, kereta api akan tetap menjadi jalur yang menghubungkan berbagai cerita perjalanan—dari sekadar pulang kampung hingga mengejar waktu yang tak bisa ditunda. (Tra)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini