Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, saat membuka kegiatan sosialisasi pengembangan sereh wangi di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan itu dihadiri Ketua TP PKK Taput, Neny Angelina Purba, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta petani dari berbagai kecamatan. Hadir pula Wakil Kepala (Vice Chief) Green Product Council Indonesia (GPCI) Mochamad F. Dahlan, Assistant Manager Natural Purchasing PT Indesso Aroma Haris Arifiyanto Hidayat, dan Fransiscus XC sebagai mitra pengembangan sereh wangi.
Dalam sambutannya, JTP menegaskan bahwa sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Tapanuli Utara. Karena itu, pemerintah daerah terus membuka peluang pengembangan komoditas baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan pasar yang menjanjikan.
"Sereh wangi memiliki prospek yang sangat baik apabila dikelola secara berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara siap mendukung pengembangannya mulai dari budidaya, pendampingan petani hingga penguatan akses pasar," ujar JTP.
Menurutnya, selama ini berbagai komoditas seperti kopi, jagung, nanas dan hasil pertanian lainnya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran sereh wangi diharapkan menjadi alternatif sumber pendapatan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
JTP menekankan bahwa keberhasilan pengembangan sereh wangi tidak hanya bergantung pada proses budidaya, tetapi juga harus didukung sistem pemasaran yang jelas dan berkelanjutan agar memberikan manfaat ekonomi jangka panjang.
"Pengembangan sereh wangi harus dilakukan secara sustainable. Dengan dukungan seluruh pihak, komoditas ini berpotensi menjadi salah satu produk unggulan Tapanuli Utara yang mampu bersaing di tingkat nasional," katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Pemkab Taput juga mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian dan sektor swasta guna menciptakan ekosistem usaha sereh wangi yang kuat, mulai dari hulu hingga hilir.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi sektor pertanian di Taput sekaligus membuka peluang lahirnya sentra produksi sereh wangi yang berdaya saing dan berkelanjutan di Sumut. (os)
