-->

Siapkan Album Murottal untuk Juara MTQ, Rico Waas Juga Ingin Qari-Qariah Medan Tembus Platform Streaming

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan, Rico Waas saat menyampaikan sambutan dalam acara pelepasan 55 kafilah Kota Medan menuju MTQ ke-40 Provinsi Sumut di Balai Kota Medan pada Jumat sore (12/6/2026). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyiapkan langkah baru dalam pembinaan kafilah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Kota Medan. Tak ingin prestasi para qari dan qariah berhenti di panggung perlombaan, Rico berencana membuat album murottal bagi para juara dan mendorong karya mereka masuk ke berbagai platform digital.

Gagasan tersebut disampaikannya saat melepas Kafilah Kota Medan menuju MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara di Ruang Rapat III Kantor Wali Kota Medan, Jumat (12/6). Menurutnya, pembinaan peserta MTQ harus memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan. Para juara tidak hanya ditargetkan meraih prestasi, tetapi juga menjadi figur yang dikenal masyarakat luas melalui karya-karya tilawah yang dapat dinikmati secara digital.

"Jangan hanya berhenti di lomba. Setelah itu harus didengar, harus dikenal. Kita siapkan album murottal, bahkan kalau bisa masuk ke platform streaming," ucapnya.

Rico menilai Kota Medan selama ini telah melahirkan banyak qari dan qariah berbakat yang mampu bersaing hingga tingkat nasional bahkan internasional. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya mendapat ruang publikasi yang memadai.

Karena itu, Pemko Medan berupaya membangun sistem pembinaan yang berkesinambungan agar para peserta tidak hanya berprestasi sesaat, tetapi terus berkembang dan memiliki ruang aktualisasi setelah kompetisi berakhir.

"Selama ini ada yang sampai ke tingkat internasional, tetapi masih satu dua orang. Kita ingin dari 55 peserta yang berangkat ini, semakin banyak yang naik level dan mampu mengharumkan nama Medan di tingkat lebih tinggi," ujarnya.

Selain menyiapkan album murottal, Rico juga berencana memanfaatkan jaringan masjid di Kota Medan sebagai sarana memperkenalkan para juara MTQ kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas bacaan Al-Qur'an para peserta layak menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus kebanggaan daerah.

"Suara mereka harus dikenal. Kita punya jaringan masjid yang bisa menjadi ruang syiar. Kita dorong murottalnya diputar sehingga masyarakat bisa mendengar dan mengenal qari-qariah terbaik Kota Medan," katanya.

Tak hanya fokus pada pembinaan pasca-lomba, Pemko Medan akan memberikan perhatian terhadap kesiapan fisik para peserta selama mengikuti MTQ yang berlangsung sekitar 10 hari.

Rico meminta Dinas Kesehatan Kota Medan melakukan pendampingan secara intensif, mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin hingga pengawasan konsumsi peserta.

"Pastikan kesehatan mereka terjaga. Lakukan pengecekan setiap hari dan perhatikan asupan makanan. Kondisi fisik yang prima sangat menentukan penampilan saat bertanding," tegasnya.

Sebanyak 55 peserta tergabung dalam Kafilah Kota Medan yang akan berlaga pada MTQ ke-40 tingkat Provinsi Sumatera Utara tahun ini. Dalam kesempatan itu, Rico mengingatkan bahwa status Kota Medan sebagai juara umum MTQ Sumut selama sembilan tahun berturut-turut harus menjadi motivasi untuk terus berprestasi, bukan alasan untuk berpuas diri.

"Prestasi ini bukan untuk disombongkan, tetapi menjadi bukti keseriusan dan kerja keras yang selama ini dibangun. Kita ingin terus melahirkan kafilah-kafilah terbaik dari Kota Medan," ujarnya.

Rico berharap seluruh peserta tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga mampu menjadi duta Al-Qur'an yang memberi pengaruh positif di tengah masyarakat.

"Buatlah suara kalian menggetarkan hati, membawa ketenangan, dan mengajak lebih banyak orang kembali mencintai Al-Qur'an," pesannya. (rel/has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini