Laporan tersebut menjadi penanda bahwa keberlanjutan kini tidak lagi sekadar kewajiban korporasi, melainkan strategi inti untuk menjaga daya saing dan pertumbuhan perusahaan di tengah pesatnya perkembangan industri digital.
Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab, TelkomGroup menilai pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pengelolaan lingkungan, tata kelola perusahaan yang kuat, serta pemberdayaan masyarakat.
Laporan keberlanjutan tersebut juga memperlihatkan sejumlah langkah strategis yang dijalankan perusahaan sejalan dengan agenda transformasi TLKM 30, mulai dari peningkatan efisiensi operasional, penyederhanaan portofolio bisnis, monetisasi aset digital, hingga transformasi menuju strategic holding company yang lebih adaptif terhadap perubahan industri.
Vice President Sustainability Telkom, Gunawan Wasisto Ciptaning Andri, mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Bagi TelkomGroup, sustainability bukan sekadar pemenuhan aspek kepatuhan, melainkan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing di era digital,” ujarnya.
ESG Jadi Pilar Transformasi
Dalam Sustainability Report 2025, implementasi ESG TelkomGroup dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Save Our Planet, Empower Our People, dan Elevate Our Business.
Melalui pilar Save Our Planet, TelkomGroup memperkuat berbagai program transisi menuju ekonomi rendah karbon melalui pengelolaan emisi, efisiensi energi, optimalisasi sumber daya, hingga pengembangan infrastruktur digital ramah lingkungan seperti green data center.
Salah satu capaian penting yang dicatat tahun 2025 adalah peluncuran Climate Transition Plan untuk pertama kalinya. Langkah ini menjadi tonggak strategis dalam mengintegrasikan mitigasi risiko perubahan iklim ke dalam perencanaan bisnis jangka panjang perusahaan.
Di bidang pengembangan sumber daya manusia melalui pilar Empower Our People, TelkomGroup terus mempercepat pembentukan talenta digital. Hingga 2025, sekitar 20,2 persen karyawan telah masuk kategori digital talent, sementara 21 persen posisi manajerial ditempati perempuan sebagai bentuk komitmen terhadap keberagaman dan kepemimpinan yang inklusif.
Kinerja pelayanan pelanggan juga menunjukkan tren positif. TelkomGroup mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) hingga meraih predikat “Excellent”, yang mencerminkan meningkatnya tingkat kepuasan dan loyalitas pelanggan.
Tak hanya itu, perusahaan juga terus mendorong digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang 2025, sebanyak 12,6 persen UMKM binaan berhasil naik kelas melalui pendampingan dan pemanfaatan teknologi digital.
Perkuat Tata Kelola dan Infrastruktur Digital
Sementara itu, melalui pilar Elevate Our Business, TelkomGroup memperkuat tata kelola perusahaan, kepatuhan regulasi, serta manajemen risiko yang semakin kompleks di era digital.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembentukan Direktorat Legal & Compliance guna memperkuat fungsi kepatuhan, perlindungan data, keamanan informasi, serta pengelolaan risiko perusahaan.
Di sisi lain, Telkom juga terus memperluas perannya sebagai penggerak ekosistem digital nasional melalui pengembangan berbagai infrastruktur strategis seperti data center, jaringan fiber optik, menara telekomunikasi, hingga konektivitas internasional.
Penguatan infrastruktur tersebut dinilai menjadi kunci dalam menjawab kebutuhan layanan digital yang terus meningkat, mulai dari cloud computing, big data, hingga teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI).
Melalui kombinasi penguatan tata kelola, pengembangan talenta digital, ekspansi infrastruktur, dan strategi transisi rendah karbon, TelkomGroup optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan ekonomi digital Indonesia. (rel/has)
