-->

Tuan Guru Batak Kecam Dugaan Penghinaan Terhadap Presiden, Ingatkan Etika Dalam Demokrasi

Sebarkan:

 

Tuan Guru Batak, Syekh Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk menyampaikan keprihatinannya terkait pernyataan viral mantan Ketua BEM UGM yang diduga menghina Presiden Prabowo Subianto. Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Tuan Guru Batak, Syekh Dr H Ahmad Sabban el-Rahmaniy Rajagukguk, MA, menyatakan keprihatinan mendalam atas pernyataan mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang viral di media sosial karena diduga melontarkan ungkapan bernada penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu muncul dalam sebuah video yang beredar luas. Dalam video tersebut, Tiyo menceritakan pengalamannya menyelamatkan seekor kucing yang menderita penyakit kulit dan kemudian memberikan nama yang dianggap merendahkan presiden.

Menanggapi hal itu, Tuan Guru Batak menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan berekspresi tidak boleh mengabaikan etika, moralitas, dan nilai-nilai adab yang menjadi identitas bangsa Indonesia.

"Saya sangat prihatin dengan pernyataan tersebut. Kritik adalah hak warga negara, tetapi harus disampaikan secara santun dan beradab," ujar Ahmad Sabban dalam keterangannya, Sabtu (13/6).

Ia menilai Indonesia dibangun di atas fondasi nilai agama, Pancasila, dan budaya yang menjunjung tinggi penghormatan terhadap sesama. Karena itu, perbedaan pandangan politik tidak seharusnya diwujudkan melalui cacian, makian, atau penghinaan.

"Sebagai bangsa yang beragama dan berbudaya, kita harus menjaga etika dalam menyampaikan pendapat. Silakan mengkritik, tetapi jangan sampai berubah menjadi penghinaan atau ujaran yang merendahkan orang lain," tegas dia. 

Menurutnya, sikap saling menghormati merupakan syarat penting untuk menjaga kualitas demokrasi sekaligus memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara.

Junjung Moralitas

Tuan Guru Batak juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda. Ia menilai nilai-nilai etika, moralitas, dan budaya bangsa harus terus ditanamkan agar ruang publik tidak dipenuhi narasi kebencian dan saling merendahkan.

"Kita perlu bersama-sama memberikan edukasi kepada anak-anak bangsa tentang pentingnya etika, moralitas, nilai agama, dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Menurut dia, generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Karenanya kebebasan berpendapat harus diimbangi dengan tanggungjawab moral dan penghormatan terhadap martabat sesama warga negara.

Ingatkan Pemerintah 

Di tengah polemik yang berkembang, Ahmad Sabban juga mengingatkan pemerintah agar tidak kehilangan fokus terhadap berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.

Ia menyoroti sejumlah kondisi yang dinilainya membutuhkan perhatian serius, mulai dari antrean kendaraan di sejumlah SPBU akibat kelangkaan BBM, kenaikan harga kebutuhan pokok, hingga tekanan ekonomi yang dipengaruhi situasi global.

"Bangsa kita saat ini menghadapi berbagai tantangan. Kita melihat antrean panjang di sejumlah SPBU, harga kebutuhan pokok yang meningkat, serta tekanan ekonomi akibat kondisi geopolitik dan ekonomi dunia. Semua ini perlu mendapat perhatian serius," ujarnya.

Karena itu, ia berharap Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, terutama kelompok ekonomi lemah yang paling merasakan dampak tekanan ekonomi.

"Kami mendoakan presiden dan seluruh pemimpin bangsa agar diberikan kekuatan dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi," pungkasnya. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini