-->

Bawaslu Sumut Gandeng FISIP UMSU, Perkuat Kemitraan Pengawasan Pemilu Berbasis Akademisi

Sebarkan:

 

Komisioner Bawaslu Sumatera Utara Johan Alamsyah bersama pimpinan FISIP UMSU, dosen, dan civitas akademika diabadikan usai diskusi bertajuk "Memperkuat Kemitraan Pengawasan Pemilu dengan Civitas Akademika" di Aula FISIP UMSU, Medan, Rabu (8/7/2026). Istimewa/Hastara.id
MEDAN, HASTARA.ID — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Utara memperkuat sinergi dengan kalangan akademisi melalui diskusi bertajuk "Memperkuat Kemitraan Pengawasan Pemilu dengan Civitas Akademika" yang digagas bersama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) di Aula FISIP UMSU, Jalan Mukhtar Basri, Medan, Rabu (8/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Bawaslu Sumut membangun kolaborasi berkelanjutan dengan perguruan tinggi guna memperkuat kualitas pengawasan pemilu sekaligus mendorong konsolidasi demokrasi yang lebih partisipatif.

Diskusi dihadiri Dekan FISIP UMSU Dr Arifin Saleh, Wakil Dekan I Dr Abrar, Wakil Dekan III Dr H Yurisna Tanjung, serta Kepala Biro Humas UMSU Dr Ribut Priadi. Hadir pula para ketua program studi dan dosen di lingkungan FISIP UMSU. Sementara dari Bawaslu Sumut, rombongan dipimpin Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Johan Alamsyah bersama sejumlah staf.

Johan Alamsyah mengatakan, kampus memiliki posisi strategis sebagai pusat lahirnya gagasan kritis yang dibutuhkan untuk memperkuat demokrasi dan meningkatkan kualitas pengawasan pemilu.

"Kami ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan dengan FISIP UMSU maupun UMSU secara umum. Civitas akademika memiliki peran penting dalam mengawal penyelenggaraan pemilu agar tetap jujur, adil, dan berintegritas," ujarnya.

Menurut Johan, keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam pendidikan politik serta pengawasan partisipatif akan menjadi kekuatan penting dalam mendorong pemilu yang lebih berkualitas di masa mendatang.

Dekan FISIP UMSU Dr Arifin Saleh menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai perguruan tinggi tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral membangun karakter generasi muda yang kritis dan peduli terhadap demokrasi.

"Kampus harus menjadi ruang lahirnya warga negara yang memiliki kesadaran demokrasi, integritas, dan kepedulian terhadap pengawasan pemilu. Karena itu kami mengapresiasi kolaborasi ini sebagai langkah bersama menjaga kualitas demokrasi Indonesia," katanya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan pengawasan pemilu, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga optimalisasi peran perguruan tinggi dalam mengawal proses demokrasi.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari dua jam itu menghasilkan sejumlah rekomendasi serta kesepakatan untuk menindaklanjuti kerja sama melalui berbagai program kolaboratif antara Bawaslu Sumut dan FISIP UMSU dalam rangka memperkuat pengawasan pemilu berbasis akademisi. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini