-->

Panitia Akui Aktivitas Komunitas Lari di Stadion Teladan Belum Kantongi Izin AFC dan PSSI

Sebarkan:

 

Wali Kota Medan, Rico Waas didampingi Kadis Perkimcikataru Jhon Ester Lase dan pejabat Kementerian PU saat meninjau progres finishing pembangunan Stadion Teladan, belum lama ini. Istimewa/Hastara.id
MEDAN, HASTARA.ID — Video viral yang memperlihatkan sejumlah orang berlari dan jogging di atas rumput Stadion Teladan Medan menuai kritik publik. Aktivitas tersebut dinilai tidak semestinya dilakukan karena stadion yang dipersiapkan sebagai venue ASEAN U-19 Championship 2026 itu belum diresmikan dan masih dalam tahap persiapan akhir.

Menanggapi polemik tersebut, Ketua Panitia Pelaksana ASEAN U-19 Championship 2026 Sumatera Utara, Andi Atmoko Panggabean, mengakui aktivitas yang terekam dalam video itu memang belum memperoleh izin resmi dari AFC maupun PSSI.

Meski demikian, pria yang akrab disapa Moko itu menegaskan kegiatan tersebut bukan dilakukan untuk kepentingan pribadi atau sekadar olahraga, melainkan bagian dari upaya internal panitia untuk menguji kualitas lapangan yang telah selesai direnovasi.

"Itu sebenarnya bagian dari uji coba lapangan. Kami ingin memastikan kondisi rumput dan lapangan memang sudah baik. Jadi bukan kegiatan sembarangan atau ada niat merusak fasilitas," kata Moko menjawab wartawan, Jumat (29/5/2026).

Menurutnya, kemungkinan terdapat pihak dalam kepanitiaan yang terlalu antusias menunjukkan kondisi Stadion Teladan yang telah selesai dibenahi sehingga aktivitas itu berlangsung lebih cepat dari prosedur yang seharusnya.

"Secara teknis memang belum ada izin dari AFC dan PSSI untuk aktivitas di lapangan tersebut. Mungkin ada teman-teman panitia yang terlalu bersemangat ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Stadion Teladan sudah sangat bagus," ujarnya.

Moko menilai insiden tersebut tidak sampai menimbulkan kerusakan pada fasilitas stadion dan seharusnya tidak mengalihkan perhatian publik dari persiapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah ajang sepak bola internasional.

"Kami berharap persoalan ini tidak menutupi semangat besar masyarakat Sumatera Utara dalam menyambut ASEAN U-19 Championship. Fokus kami saat ini adalah memastikan Medan siap menjadi tuan rumah yang baik," katanya.

Ia menegaskan antusiasme masyarakat terhadap turnamen tersebut sangat tinggi. Kehadiran ASEAN U-19 Championship 2026, menurutnya, menjadi momentum penting bagi kebangkitan olahraga, khususnya sepak bola, di Sumatera Utara.

"Masyarakat Medan sangat antusias. Ini momentum bersejarah bagi Sumatera Utara. Kami ingin negara-negara peserta merasa nyaman berada di Medan dan tentu berharap Tim Indonesia dapat meraih prestasi terbaik," ucapnya.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, sebelumnya menyayangkan masuknya komunitas lari ke area Stadion Teladan yang masih dalam tahap penyelesaian dan perawatan intensif menjelang pelaksanaan turnamen AFF U-19 2026.

Rico menegaskan aktivitas komunitas pelari tersebut sama sekali tidak pernah dikoordinasikan maupun mendapat izin resmi dari Pemerintah Kota Medan.

“Kami menyayangkan kenapa hal itu bisa terjadi. Kami paham mungkin ada euforia masyarakat melihat kondisi Stadion Teladan saat ini. Namun sebaiknya ada koordinasi terlebih dahulu dengan Pemko Medan,” ujar Rico menjawab wartawan lewat seluler, Jumat (29/5/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini Pemko Medan tidak pernah menerima permohonan izin penggunaan stadion dari pihak komunitas pelari. “Tidak ada komunikasi atau izin apa pun dari pemko,” tegasnya.

Rico juga mengaku sudah meminta jajarannya untuk melakukan penelusuran terkait pihak yang memberi akses masuk ke stadion. 

“Saya sudah minta ke jajaran untuk mencari tau siapa yang mengizinkan mereka masuk ke dalam stadion,” ujarnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini