JAKARTA, HASTARA.ID – Dukungan terhadap Dr H Fadli Yasir untuk memimpin Pengurus Wilayah Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Sumatera Utara terus mengemuka. Fadli Yasir dinilai sebagai figur yang memiliki kapasitas, pengalaman organisasi, serta komitmen kuat dalam menjaga dan mengembangkan budaya Melayu di Sumatera Utara.
Direktur Sumut Foundation, Andi Kurniansyah Sirait, menilai MABMI Sumut membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjadi pemersatu sekaligus membawa organisasi lebih adaptif menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur adat Melayu.
"Fadli Yasir memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen yang kuat terhadap pelestarian budaya Melayu. Beliau merupakan sosok yang mampu merangkul semua kalangan dan membangun kolaborasi untuk kemajuan MABMI Sumatera Utara," ujar Andi di Jakarta, Jumat (3/7/2026).
Menurut Andi, rekam jejak Fadli Yasir dalam berbagai organisasi menjadi modal penting untuk memperkuat eksistensi MABMI di tengah masyarakat. Selain aktif di berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, Fadli Yasir yang saat ini menjabat Wakil Ketua Umum PP Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) juga dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian adat, bahasa, seni, dan budaya Melayu.
Ia menilai kepemimpinan MABMI ke depan membutuhkan pendekatan yang lebih inklusif dengan memperkuat kolaborasi bersama tokoh adat, akademisi, generasi muda, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Lebih lanjut, Andi mengatakan MABMI memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga identitas budaya Melayu di Sumatera Utara. Karena itu, organisasi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada pelestarian adat, tetapi juga mampu melakukan transformasi agar tetap relevan di tengah perkembangan masyarakat.
"Ke depan, MABMI diharapkan mampu mendorong digitalisasi budaya, memperkuat pendidikan adat, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis budaya Melayu, serta memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam pelestarian budaya," katanya.
Andi optimistis, dengan pengalaman, jaringan, dan kemampuan membangun kolaborasi yang dimiliki, Fadli Yasir dapat membawa MABMI Sumatera Utara menjadi organisasi yang semakin modern, inklusif, dan tetap teguh menjaga marwah serta nilai-nilai budaya Melayu sebagai warisan yang harus terus dilestarikan. (rel)
