Penetapan Ade Jona dilakukan dalam sidang pemilihan yang berlangsung pada 10-11 Juni 2026. Ia berhasil mengantongi dukungan mayoritas Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI dari seluruh Indonesia, sehingga proses pemilihan berlangsung tanpa voting.
Terpilihnya Ade Jona secara aklamasi menjadi sinyal kuat soliditas internal HIPMI. Dukungan yang mengalir dari berbagai daerah, termasuk dari sejumlah tokoh dan kandidat yang sebelumnya disebut-sebut bakal maju dalam kontestasi, akhirnya mengerucut kepada putra Sumatera Utara tersebut.
Ketua Sidang Pemilihan Munas XVII HIPMI, Muhammad Puri Andamas, menyebut seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang diterima seluruh peserta forum.
“Proses berjalan secara lancar, tuntas, dan baik,” ujar Puri Andamas dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (11/6/2026).
Munas XVII HIPMI mengusung tema 'Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional' dan dihadiri ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi nasional sekaligus penentuan arah organisasi dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Sebagai nahkoda baru HIPMI, Ade Jona diharapkan mampu memperkuat peran pengusaha muda sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Sejumlah agenda strategis menanti, mulai dari mendorong peningkatan investasi, memperluas akses pembiayaan usaha, memperkuat ekosistem kewirausahaan, hingga meningkatkan daya saing pelaku usaha muda di daerah.
Terpilihnya Ade Jona juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Sumatera Utara. Kepercayaan yang diberikan pengurus HIPMI se-Indonesia menunjukkan kapasitas dan kepemimpinan putra daerah Sumut di tingkat nasional dalam mendorong kemajuan dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Rajut Kebersamaan
Bagi Ade Jona, amanah itu bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi buah dari doa, dukungan, dan kerja keras banyak orang yang selama ini berada di belakangnya.
Dalam pidato perdananya setelah ditetapkan secara aklamasi, Ade Jona mengajak seluruh peserta Munas untuk kembali merajut kebersamaan.
Ia bahkan memanggil calon ketua umum lainnya untuk naik ke atas podium sebagai simbol bahwa setelah kontestasi berakhir, seluruh kader tetap satu keluarga.
"Pola di HIPMI kita bertanding untuk bersanding. Rasa kekeluargaan dan kebersamaan di Hipmi tidak dimiliki oleh organisasi manapun kecuali Hipmi," ucap Ade Jona.
Dengan nada penuh haru, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh keluarga besar HIPMI yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
"Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh saudara-saudara saya di HIPMI. Kita berkeluarga lebih dari sedarah," katanya.
Baginya, terpilihnya dirinya sebagai ketua umum menjadi bukti bahwa anak daerah juga mampu mendapat kepercayaan untuk membawa organisasi besar di tingkat nasional.
"Pada Munas kali ini terciptalah anak yang besar dari daerah. Ini berkat kerja keras orang-orang baik kepada saya, terutama orangtua, para senior, abang-abang saya semua," tuturnya.
Ade Jona pun menyampaikan pesan agar tidak ada lagi perbedaan setelah proses pemilihan selesai. Ia berharap seluruh kader kembali berjalan bersama membangun HIPMI. (red)
