![]() |
| Penampakan pelaksanaan Program MBG di MTsN 1 Asahan. Penghentian Program MBG di sekolah tersebut mendapat protes keras dari DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Asahan. Istimewa/Hastara.id |
Ketua DPD TMI Kabupaten Asahan, Anda Suhendra Rambe, mengatakan pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat Desa Rawang Lama terkait terhentinya pelaksanaan MBG di MTsN 1 Asahan. Untuk memastikan informasi tersebut, TMI akan melakukan peninjauan langsung sekaligus menghimpun keterangan dari berbagai pihak.
"Kami akan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Kami menerima laporan dari masyarakat Rawang Lama bahwa siswa MTsN 1 Asahan masih membutuhkan Program Makan Bergizi Gratis," ujar Anda, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, MBG merupakan program strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pemenuhan gizi anak sekolah sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga. Karena itu, ia berharap pelaksanaannya dapat terus berlanjut.
Anda menilai apabila terdapat kendala dalam implementasi program, penyelesaiannya harus ditempuh melalui komunikasi dan koordinasi antara seluruh pihak terkait, termasuk pihak sekolah, Korwil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan Satgas MBG Kabupaten Asahan.
"Program yang menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto ini harus tetap berjalan dan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk sekolah. Jika ada kendala, mari dibicarakan bersama agar ditemukan solusi terbaik," katanya.
Ia menambahkan, berdasarkan aspirasi masyarakat, keberadaan MBG selama ini memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa serta mengurangi beban pengeluaran keluarga.
"Program ini masih sangat dibutuhkan masyarakat. Selain membantu ekonomi keluarga, MBG juga mendukung upaya peningkatan gizi anak dan pencegahan stunting," ujarnya.
Meski demikian, TMI mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, evaluasi dan pembenahan dinilai perlu dilakukan tanpa menghentikan manfaat yang telah dirasakan masyarakat.
"Tentu masih ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Namun itu harus menjadi bahan evaluasi bersama, bukan alasan untuk menghentikan manfaat program bagi masyarakat. Yang terpenting adalah mencari solusi agar MBG tetap berjalan secara optimal," tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak MTsN 1 Asahan belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penghentian Program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang. (red)
