![]() |
| Sugiat Santoso menjadi narasumber pada Diklat Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV wilayah Sumatera Utara dan Aceh di BPSDM Medan, Senin (27/7/2026). Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengajak para petani untuk terus meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan daya saing agar mampu menjawab tantangan sektor pertanian sekaligus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Sugiat saat menjadi narasumber dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Angkatan IV untuk wilayah Sumatera Utara dan Aceh yang berlangsung di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Medan, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia itu diikuti para petani, penyuluh pertanian, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian. Diklat ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung program swasembada pangan yang menjadi salah satu prioritas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Mengusung tema "Peningkatan Kapasitas, Kemandirian, serta Daya Saing Para Petani Demi Terwujudnya Ketahanan Pangan yang Kuat", Sugiat menegaskan bahwa petani merupakan pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
"Ketahanan pangan tidak akan tercapai tanpa petani yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas, kemandirian, dan daya saing petani harus menjadi perhatian bersama agar kesejahteraan mereka juga semakin meningkat," ujar Sugiat.
Menurutnya, sektor pertanian kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi, hingga dinamika pasar global. Kondisi tersebut menuntut petani untuk terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan inovasi teknologi, serta mampu menghasilkan produk pertanian yang bernilai tambah dan berdaya saing.
Sugiat menilai keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi petani, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat guna membangun sektor pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Sugiat menekankan lima pilar utama penguatan sektor pertanian, yakni membangun kapasitas petani yang unggul, memperkuat kemandirian petani, meningkatkan daya saing produk pertanian, mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh, serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
Ia berharap melalui Diklat Tani Merdeka Indonesia Angkatan IV, para petani tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memperkuat kelembagaan petani, serta menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Suasana diklat berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari produktivitas, pemasaran hasil panen, hingga pemanfaatan teknologi pertanian.
Melalui kegiatan ini, Tani Merdeka Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mencetak petani yang profesional, mandiri, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia yang kuat dan berkelanjutan. (rel/has)
