![]() |
| Cabor Voli menjadi salah satu yang akan difokuskan mendulang medali dalam ajang Porprovsu 2026 di bulan November ini. (Istimewa/ Hastara) |
SIMALUNGUN, HASTARA.ID – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Simalungun mulai memacu persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 dengan target yang lebih tinggi.
Setelah pada pelaksanaan sebelumnya pada tahun 2022, berada di posisi delapan besar se-Sumatera Utara, tahun ini Simalungun menargetkan mampu menembus lima besar.
Kepala Dispora Simalungun, Bobpresly Saragih, mengatakan peningkatan target tersebut didasarkan pada potensi sejumlah cabang olahraga yang dinilai terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
“Persiapan sudah kami lakukan sedini mungkin. Cabang-cabang olahraga yang potensial terus dipersiapkan agar bisa tampil maksimal pada Porprovsu nanti,” kata Bobpresly saat dikonfirmasi. Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, fokus pembinaan saat ini diarahkan pada cabang olahraga yang memiliki peluang realistis menyumbangkan medali.
Dispora bersama KONI dan pengurus cabang olahraga juga tengah melakukan pemetaan atlet yang akan dipersiapkan mengikuti ajang tingkat provinsi tersebut.
Untuk Porprovsu tahun 2026, Kabupaten Simalungun diproyeksikan mengirim atlet dari sekitar 22 cabang olahraga. Jumlah itu dipilih berdasarkan hasil evaluasi prestasi dan kesiapan masing-masing cabang.
“Kita fokus pada cabang olahraga yang memang potensial, seperti takewondo dan voli indoor. Atlet yang berangkat nanti tentu yang benar-benar siap setelah melalui proses seleksi,” ujarnya.
Porprovsu 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada November 2026 dan direncanakan mempertandingkan 28 cabang olahraga.
Ajang tersebut menjadi kompetisi olahraga terbesar di tingkat provinsi sekaligus tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet di setiap kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
Bobpresly menilai target masuk lima besar tidak akan tercapai tanpa koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, hingga sekolah-sekolah.
“Hubungan Dispora dengan KONI tentu harus terus berkoordinasi. Tujuannya sama, yaitu memajukan olahraga di Kabupaten Simalungun,” katanya.
Selain persiapan menuju Porprovsu, Dispora juga menaruh perhatian besar pada regenerasi atlet. Menurut Bobpresly, pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada satu event, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi olahraga daerah tetap terjaga.
Ia menjelaskan, setiap tahun Dispora mengalokasikan anggaran pembinaan melalui berbagai bidang, mulai dari olahraga prestasi, kepemudaan, hingga olahraga masyarakat.
“Setiap tahun sudah ada program pembinaan dalam anggaran kami. Intinya bagaimana pembinaan prestasi terus berjalan dan regenerasi atlet tetap terjaga,” ucapnya.
Ia mengakui pembinaan tahun ini menghadapi tantangan karena minimnya penyelenggaraan turnamen di sejumlah cabang olahraga. Kondisi tersebut membuat kesempatan atlet untuk menambah jam terbang dan mengukur kemampuan menjadi lebih terbatas.
Bobpresly juga membenarkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026 tidak terdapat alokasi dana pembinaan untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Simalungun. Kondisi tersebut, menurutnya, merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
Meski demikian, ia memastikan persiapan kontingen Kabupaten Simalungun menuju Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026 tidak akan terhenti. Dispora Simalungun tetap mengupayakan dukungan anggaran agar para atlet dapat mengikuti ajang tersebut.
"Memang untuk tahun 2026 anggaran pembinaan KONI nol karena adanya efisiensi anggaran. Namun kami akan mendorong anggaran untuk pemberangkatan kontingen Simalungun mengikuti Porprovsu yang berlangsung pada November 2026 agar dapat ditampung melalui Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026," ujar Bobpresly.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap memiliki komitmen menjaga keberlangsungan pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, keikutsertaan atlet Simalungun pada Porprovsu merupakan prioritas karena menjadi ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga daerah di tingkat Sumatera Utara.
Karena itu, Dispora mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan, agar pembinaan olahraga sejak usia sekolah dapat berjalan lebih optimal.
Pembinaan usia dini dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Simalungun di masa mendatang.
Dengan target naik dari peringkat delapan ke lima besar, Simalungun kini mulai mempersiapkan diri untuk bersaing lebih ketat di Porprovsu 2026 dan menunjukkan bahwa pembinaan olahraga daerah terus bergerak ke arah yang lebih kompetitif.
Bobpresly juga menambahkan, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari satu juta jiwa, Bobpresly optimistis Simalungun memiliki banyak talenta olahraga yang dapat dikembangkan hingga ke tingkat nasional.
“Penduduk Simalungun lebih dari satu juta jiwa. Saya yakin pasti banyak potensi atlet yang bisa kita bina sampai ke tingkat nasional, bahkan kalau bisa ke tingkat dunia,” pungkasnya. (Tra)
