![]() |
| Kolase foto Dion Hafiz Maulana dengan Anggota DPRD Kota Medan, Godfried Effendi Lubis. Istimewa/Hastara.id |
Aktivis mahasiswa Dion Hafiz Maulana Munthe menilai kritik terhadap kinerja pemerintah daerah sah disampaikan dalam iklim demokrasi. Namun, menurut dia, kritik pejabat publik semestinya dibangun berdasarkan data yang jelas, terukur, dan dapat diuji publik.
Dion bahkan menyebut pernyataan Godfried terkait pertumbuhan ekonomi Medan berpotensi menjadi sekadar narasi politik apabila tidak disertai sumber dan indikator yang konkret.
“Kritikan seorang anggota DPRD Medan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Medan harusnya berbasis data. Jangan sampai kritik pejabat publik justru menjadi konsumsi informasi yang liar dan tidak berdasar,” kata Dion kepada wartawan, Rabu (26/8).
Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan periode 2023-2024 itu menyinggung data yang pernah disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada April 2026. Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan ekonomi Kota Medan disebut mencapai 6,54 persen. Menurut Dion, angka itu menunjukkan bahwa pembacaan terhadap kondisi ekonomi Medan tidak bisa dilakukan hanya dari satu indikator atau kesan politik semata.
“Kritik silakan, tetapi harus diikuti data. Kami tidak hanya ingin mendengar penjelasan, tetapi ingin melihat data yang bisa diuji dan dipertanggungjawabkan di hadapan publik,” tegasnya.
Jangan Berubah Jadi Komoditas Politik
Dion mengakui kepemimpinan Rico Waas menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan politik, kebijakan hingga tuntutan pertanggungjawaban publik. Namun, ia mempertanyakan dasar kritik yang dilontarkan Godfried apabila tidak dibarengi indikator ekonomi yang jelas.
“Yang perlu kami analisis, kritik itu bermotif perbaikan atau justru politik narasi? Kalau yang dikritik pertumbuhan ekonomi dan inflasi, tentu harus ada data dan sumber datanya,” ujarnya.
Dion menilai pernyataan tanpa basis data justru berisiko mengaburkan persoalan yang sebenarnya dihadapi masyarakat. Kritik terhadap pemerintah semestinya diarahkan untuk menguji kebijakan, bukan sekadar membangun persepsi bahwa seluruh persoalan ekonomi merupakan akibat kegagalan kepala daerah.
Di sisi lain, Dion menilai sejumlah program Pemko Medan menunjukkan adanya upaya mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Ia mencontohkan pelaksanaan Car Free Day, Car Free Night, pesta kuliner serta berbagai kegiatan yang melibatkan bazar UMKM, termasuk rangkaian kegiatan pemerintah kota seperti MTQ.
“Di lapangan kami melihat ada kebijakan yang memberikan ruang kepada pelaku UMKM produktif. Bahkan banyak di antaranya berasal dari kalangan Gen Z,” katanya.
Dion juga menyoroti perubahan aktivitas perdagangan malam di kawasan Pasar Petisah. Menurut pengamatannya, kawasan yang sebelumnya relatif sepi pada malam hari kini mulai diramaikan pedagang jajanan. Namun, ia menegaskan geliat tersebut tetap harus dibuktikan dengan indikator ekonomi yang lebih terukur, bukan hanya berdasarkan pengamatan lapangan.
Tetap Jadi Pekerjaan Rumah
Kendati membela pentingnya penggunaan data, Dion tidak menutup mata terhadap persoalan inflasi yang masih menjadi beban masyarakat. Ia menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi Kota Medan pada 2026 berada di kisaran 4 persen lebih. Angka tersebut, menurut dia, tetap harus menjadi perhatian serius Pemko Medan. Sebab, dampak inflasi paling nyata dirasakan masyarakat ketika harga kebutuhan pokok bergerak naik atau tidak stabil.
“Di pasar tradisional banyak ibu-ibu mengeluhkan kenaikan harga kebutuhan pokok, mulai beras, gula, minyak goreng, ayam hingga ikan. Harga yang tidak stabil ini adalah persoalan nyata,” katanya.
Karena itu, Dion meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tidak berhenti pada rapat dan laporan administratif. Pemerintah bersama instansi vertikal terkait dinilai perlu memastikan langkah pengendalian benar-benar berdampak terhadap harga dan daya beli masyarakat.
“Jangan sampai inflasi tidak terkendali dan akhirnya rakyat semakin terbebani. Ini yang seharusnya menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (red)
