![]() |
| Kelompok lansia semakin diprioritaskan oleh KAI. (HASTARA/ISTIMEWA) |
PEMATANGSIANTAR, HASTARA.ID — Perjalanan menggunakan kereta api bagi kelompok lanjut usia (lansia) bukan sekadar soal berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Akses terhadap tarif yang lebih terjangkau dan pelayanan yang ramah menjadi bagian penting agar transportasi publik benar-benar dapat digunakan semua kalangan.
Di Sumatera Utara, kebutuhan tersebut terlihat dari tingginya pemanfaatan tiket reduksi oleh penumpang lansia. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat 21.493 pelanggan lansia menggunakan fasilitas tiket reduksi sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut angka tersebut menunjukkan bahwa fasilitas reduksi memiliki manfaat nyata bagi masyarakat berusia lanjut. Dari total **40.837 pelanggan** yang menggunakan tiket reduksi selama tujuh bulan, lansia menyumbang 52,63 persen.
“Tingginya pemanfaatan oleh pelanggan lansia menunjukkan bahwa fasilitas ini hadir sebagai wujud nyata keterjangkauan dan inklusivitas moda transportasi kereta api bagi seluruh kalangan di wilayah Sumatera Utara,” ujar Anwar.
Pola perjalanan lansia juga mengalami perubahan mengikuti momentum tertentu. Penggunaan tiket reduksi terendah tercatat pada Maret 2026 dengan 2.412 pelanggan, bertepatan dengan Idulfitri 1447 Hijriah. Sebaliknya, Juli menjadi bulan dengan penggunaan tertinggi, mencapai 3.542 pelanggan.
Menurut Anwar, peningkatan pada Juli berkaitan dengan libur sekolah. Pada periode tersebut, banyak lansia melakukan perjalanan untuk bertemu anak dan cucu, bersilaturahmi dengan keluarga, hingga berlibur.
“Banyak kakek maupun nenek yang memanfaatkannya untuk menghabiskan waktu bersama anak dan cucu melalui perjalanan kereta api,” jelasnya.
KAI memberikan reduksi tarif 20 persen bagi penumpang berusia 60 tahun ke atas untuk perjalanan kereta api jarak jauh kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif. Di Sumut, fasilitas tersebut berlaku untuk KA Putri Deli serta KA Sribilah Utama dan Fakultatif.
Untuk memperoleh fasilitas itu, calon penumpang harus melakukan registrasi paling lambat H-2 melalui petugas Customer Service di stasiun dengan membawa identitas asli. Registrasi cukup dilakukan sekali selama status reduksi masih aktif.
Bagi KAI, transportasi inklusif tidak berhenti pada potongan harga. Ruang perjalanan juga harus memberikan rasa aman dan nyaman. Karena itu, penumpang diajak memberi antrean prioritas, membantu lansia saat naik atau turun kereta, serta berkomunikasi dengan santun.
“Kereta api hadir sebagai moda transportasi massal yang tidak hanya aman dan tepat waktu, tetapi juga dapat diakses secara inklusif, merata, dan nyaman oleh semua rentang usia,” kata Anwar. (tra)
