HASBY, Medan
Dindingnya telah berdiri kokoh, atapnya tertata rapi, dan lantainya kini menjadi tempat yang lebih layak untuk sebuah keluarga memulai hari. Namun, perubahan terbesar bukan hanya terlihat pada bangunan itu. Perubahan juga terpancar dari wajah Jaipah, sang pemilik rumah. Perempuan paruh baya itu tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin datang meninjau hasil program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Matanya yang berkaca-kaca memancarkan rasa kebahagiaan. Baginya, rumah yang kini berdiri bukan sekadar bangunan baru, melainkan harapan yang selama bertahun-tahun hanya menjadi angan.
Selama puluhan tahun, ia dan keluarganya hidup dalam keterbatasan. Rumah yang dihuni jauh dari kata layak. Ketika hujan turun, rasa cemas selalu datang lebih dulu daripada air yang menetes dari atap. Kini, kekhawatiran itu perlahan berganti menjadi rasa syukur.
Jaipah menjadi satu dari tiga warga yang menerima manfaat program bedah rumah di kawasan tersebut. Selain dirinya, bantuan juga diberikan kepada Asnah di Jalan Bunga Sakura serta Rasil Pratama Tarigan di Jalan Petunia Raya.
Kehidupan Lebih Berkualitas
Melihat langsung hasil pembangunan, Rico Waas menegaskan bahwa program ini bukan sekadar memperbaiki bangunan, melainkan menghadirkan kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat bagi masyarakat.
"Yang penting pengerjaannya rapi dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Tujuan kita adalah memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat dan nyaman," ujarnya.
Menurut Rico, beberapa rumah yang dibedah memang berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan, ada rumah yang masih menggunakan konstruksi kayu dan telah dihuni secara turun-temurun selama puluhan tahun sehingga membutuhkan perhatian pemerintah.
Bagi Rico, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Rumah adalah ruang pertama bagi anak-anak untuk tumbuh, belajar, beristirahat, dan membangun mimpi.
"Harapannya, masyarakat bisa hidup lebih berkualitas dan sehat di dalam rumahnya. Anak-anak juga bisa belajar dan tidur dengan lebih tenang," katanya.
![]() |
| Ketua TP PKK Kota Medan, Airin menggendong seorang anak bayi saat mendampingi Wali Kota Rico Waas mengunjungi program RTLH di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan. Hasby/Hastara.id |
Target 213 RTLH
Pemerintah Kota Medan menargetkan sebanyak 213 unit RTLH diperbaiki melalui program yang seluruh pembiayaannya bersumber dari APBD Kota Medan. Usulan penerima bantuan berasal dari tingkat kelurahan sebelum diverifikasi dan dimasukkan ke dalam program pemerintah daerah.
Saat meninjau salah satu rumah yang masih dalam tahap penyelesaian, Rico menjelaskan proses pembangunan memang belum sepenuhnya rampung. Pengecatan akan dilakukan setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai agar hasilnya lebih maksimal.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas SDABMBK Khairul Azmi, Kepala Dinas Perkimcikataru Jhon Ester Lase, Kepala Dinas Sosial Khoiruddin Rangkuti, Kabag Umum Muhammad Ridho Siregar, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Arafat Syam, kepala bagian, Camat Medan Tuntungan, serta Lurah Tanjung Selamat.
Di balik angka target 213 rumah, tersimpan ratusan kisah keluarga yang berharap memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. Program bedah rumah ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak selalu diukur dari megahnya gedung atau panjangnya jalan yang dibangun, tetapi juga dari hadirnya rasa aman di dalam rumah-rumah sederhana milik warga.
Bagi Jaipah, rumah yang kini berdiri kokoh bukan hanya melindunginya dari panas dan hujan. Rumah itu menjadi simbol bahwa masih ada tangan pemerintah yang hadir untuk mengangkat martabat masyarakat kecil.
Di sudut rumah barunya, senyum Jaipah mengembang. Air mata yang sempat jatuh perlahan berubah menjadi ungkapan syukur. Sebab, setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan, kini ia akhirnya memiliki tempat yang benar-benar bisa disebut sebagai rumah. (*)

