-->

Gelora Sumut dan GMI Satukan Kekuatan Pemuda, Muhammad Nasir: Perjuangan Tak Akan Selalu Mulus

Sebarkan:

 

Ketua DPW Partai Gelora Sumut, Muhammad Nasir menyampaikan kata sambutan saat menyambut pengurus Gelombang Muda Indonesia (GMI) di Kantor DPW Partai Gelora Sumut, Jalan Pencak, Kota Medan pada Selasa (15/9/2026). Hasby/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Sumatera Utara mulai memperkuat konsolidasi dan jejaring kepemudaan dengan menggandeng Gelombang Muda Indonesia (GMI).

Konsolidasi tersebut mengemuka saat rombongan GMI melakukan kunjungan ke Kantor DPW Partai Gelora Sumut, Selasa (15/9/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda konsolidasi kepemudaan yang sebelumnya telah menyambangi 10 provinsi dan Sumut menjadi provinsi ke-11.

Ketua DPW Partai Gelora Sumut Muhammad Nasir menyambut positif kehadiran GMI. Ia menilai organisasi kepemudaan tersebut memiliki posisi strategis dalam membangun kontribusi generasi muda terhadap bangsa sekaligus menjembatani berbagai organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kehadiran Bidang Kepemudaan DPP yang mendampingi GMI,” ujar Nasir.

Menurutnya, keberadaan GMI tidak diarahkan hanya untuk membangun kolaborasi dengan Partai Gelora. Jejaring tersebut juga diharapkan berkembang melalui komunikasi dengan partai politik lain, komunitas, serta organisasi kemasyarakatan di Sumatera Utara.

Nasir menyebut Sumut memiliki potensi besar karena dihuni beragam organisasi dan komunitas yang dapat menjadi mitra strategis dalam membangun kekuatan generasi muda.

“Kiranya generasi muda Indonesia ini mampu menjembatani berbagai semangat kepada siapapun. Tujuan kita sama, menjadikan Indonesia sebagai negara superpower baru,” katanya.

Karenanya Nasir mengingatkan bahwa agenda perubahan yang dibawa generasi muda tidak akan berlangsung tanpa tantangan. Benturan kepentingan dan berbagai hambatan, kata dia, merupakan bagian dari proses perjuangan. Untuk itu ia menitipkan tiga prinsip yang harus menjadi pegangan generasi muda, yakni istiqomah, ikhlas dan sabar.

“Perjuangan abang-abang GMI ini akan menghadapi benturan-benturan. Tidak ada sesuatu yang indah di ujung sana. Semuanya penuh tantangan,” tegas mantan Anggota DPRD Kota Medan ini. 

Nasir juga mendorong generasi muda tidak gagap menghadapi perkembangan teknologi. Platform digital, menurutnya, harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperluas gerakan, membangun komunikasi dan menjangkau anak-anak muda hingga ke pelosok pedesaan. 

Di sisi lain, ia mengingatkan ancaman narkoba masih menjadi persoalan serius yang menggerus masa depan generasi muda. Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak, tetapi membutuhkan gerakan bersama, termasuk memutus jaringan peredarannya.

Energi Baru Partai

Pembina GMI Hazem Anis Matta mengatakan kunjungan ke Sumut merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi kepemudaan yang telah dilakukan di 10 provinsi sebelumnya.

Ia menilai terdapat sejumlah elemen penting dalam memenangkan pertarungan politik, mulai dari unsur perjuangan, keagamaan, hingga pengalaman dan keamanan. Namun, satu kekuatan yang tidak boleh diabaikan adalah kepemudaan.

Hazem mengibaratkan partai politik sebagai sebuah mesin, sementara pemuda merupakan energi yang menggerakkan mesin tersebut.

“Kalau berkaca kepada dunia otomotif, ada mesin diesel dan mesin listrik. Kombinasi terbaik adalah mesin hybrid. Kolaborasi Partai Gelora Indonesia Sumatera Utara dengan Gelombang Muda Indonesia,” ujarnya.

Analogi tersebut menggambarkan pentingnya sinergi antara struktur partai dan kekuatan anak muda agar gerakan politik tidak berhenti pada kerja-kerja struktural, tetapi mampu melahirkan energi baru.

Ketua Bidang Kepemudaan DPP Partai Gelora Mushab A Rabbani mengatakan konsolidasi dilakukan untuk merajut seluruh potensi pemuda lintas bidang di internal Partai Gelora. Langkah tersebut sekaligus untuk memastikan kader-kader muda tidak merasa berjalan sendiri dan semakin memiliki keyakinan bahwa Partai Gelora merupakan partai masa depan.

“Kami merajut dan menggerakkan semua potensi-potensi pemuda lintas bidang agar para pemuda di Partai Gelora tidak merasa sendiri,” kata Mushab.

Ia menegaskan, konsolidasi kepemudaan tidak hanya menyasar kader internal. Pihaknya juga ingin memperluas jejaring dengan komunitas, lembaga dan organisasi kepemudaan yang ada di Sumatera Utara.

Dikatakannya, peran generasi muda tidak sebatas ditempatkan di Bidang Kepemudaan. Anak muda juga didorong mengambil peran di berbagai bidang dalam struktur Partai Gelora sekaligus membangun jejaring yang lebih luas dengan berbagai elemen kepemudaan. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini