-->

Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Dikebut, Progres 65,8 Persen dan Mulai Masuk Pasar Sipiongot

Sebarkan:

 

Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Kadis BMBKCK Sumut, Chandra Dalimunthe berpose dengan latar belakang proyek pembangunan ruas Jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Paluta. Istimewa/Hastara.id 

PALUTA, HASTARA.ID — Penanganan Ruas Jalan Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus dikebut. Hingga 30 Agustus 2026, progres pekerjaan telah mencapai 65,8 persen, jauh melampaui target realisasi awal yang ditetapkan sebesar 54,4 persen.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK), Chandra Dalimunthe mengatakan perkembangan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumut dalam memperkuat konektivitas wilayah sekaligus membuka akses masyarakat terhadap pusat-pusat ekonomi dan pelayanan publik.

Menurut Chandra, penanganan ruas tersebut mencakup total panjang 11,8 kilometer. Percepatan pekerjaan terus dilakukan agar manfaat pembangunan jalan dapat segera dirasakan masyarakat, khususnya warga di wilayah Sipiongot dan sekitarnya.

“Progres pekerjaan sampai 30 Agustus 2026 telah mencapai 65,8 persen, melampaui target awal sebesar 54,4 persen,” ujar Chandra, Kamis (3/9/2026). 

Dikatakannya, di lapangan, pekerjaan penghamparan Aspal AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) telah memasuki kawasan Pasar Sipiongot, Kecamatan Dolok. Tahapan ini menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kualitas permukaan jalan sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan. Namun, tidak seluruh segmen dapat langsung dilakukan pengaspalan. Pada sejumlah titik, pekerjaan masih difokuskan pada penyiapan badan jalan dan perkerasan sebelum masuk ke tahap penghamparan aspal.

Pemprov Sumut memastikan setiap tahapan tetap dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan. Percepatan, kata Chandra, tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi. Selain pekerjaan perkerasan, pembangunan juga mulai dilengkapi dengan fasilitas keselamatan. Pada Segmen 1 dan Segmen 2, pekerjaan marka jalan telah dilaksanakan untuk memperjelas ruang lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Melalui UPTD BMCK Gunung Tua, Dinas BMBKCK Sumut terus melakukan pengawasan dan mendorong percepatan pekerjaan hingga seluruh paket penanganan rampung. Masyarakat diajak untuk mendukung proses pembangunan dengan menjaga fasilitas yang telah dibangun dan ikut mengawasi pelaksanaannya agar manfaat infrastruktur tersebut dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pembangunan ruas Hutaimbaru-Sipiongot diharapkan tidak sekadar memperbaiki kondisi jalan, tetapi juga memperkuat konektivitas masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Sipiongot dan sekitarnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini