![]() |
| Puskesmas Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. (Hastara.id) |
SIMALUNGUN, HASTARA.ID — Video sejumlah tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun berjoget di lingkungan kerja menjadi perhatian setelah beredar di media sosial.
Rekaman tersebut memperlihatkan suasana santai sejumlah pegawai. Salah seorang nakes juga terlihat memegang uang pecahan Rp5 ribu yang sebelumnya diduga berkaitan dengan aktivitas saweran.
Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Tanah Jawa, dr Widya Astuty Saragih, memastikan kegiatan dalam video tidak berlangsung ketika pelayanan kepada masyarakat sedang berjalan. Menurutnya, video itu direkam saat acara perpisahan seorang pegawai yang memasuki masa purna bakti.
Widya mengatakan, setelah rangkaian acara selesai, para pegawai berjoget dalam suasana bebas sebagai bagian dari kebersamaan. Namun, ia menyebut perekaman tersebut dilakukan tanpa sepengetahuannya.
“Saya sudah dipanggil dan menghadap Kepala Dinas Kesehatan terkait video ini. Video tersebut di luar jam pelayanan di Puskesmas. Pada saat itu ada acara perpisahan pegawai yang sudah pensiun (purna bakti),” ujar Widya saat dikonfirmasi. Rabu (16/9/2026).
Ia menjelaskan, video tersebut tidak langsung beredar pada hari kegiatan berlangsung. Menurutnya, seorang pegawai merekam momen tersebut dan sekitar sepekan kemudian video itu diposting ke media sosial tanpa sepengetahuannya.
“Pada saat acara bebas terakhir mereka berjoget-joget. Ada pegawai yang videokan di luar sepengetahuan saya. Seminggu setelah acara itu ada pegawai yang memosting ke media sosial,” katanya.
Klarifikasi mengenai waktu kegiatan menjadi penting karena persoalan utamanya bukan hanya aktivitas berjoget, tetapi juga bagaimana pegawai menggunakan lingkungan dan identitas kedinasan dalam sebuah konten yang kemudian tersebar ke publik.
Hal tersebut juga berkaitan dengan etika ASN dalam menggunakan media sosial sebagaimana diatur dalam SE Menteri PANRB Nomor 137 Tahun 2018.
Namun, Widya belum menjelaskan secara spesifik apakah pihak Puskesmas sebelumnya memberikan arahan mengenai pembuatan dan penyebarluasan konten pegawai di lingkungan kedinasan.
Begitu pula dengan uang pecahan Rp5 ribu yang terlihat dalam video. Widya belum memberikan penjelasan mengenai asal, tujuan, maupun konteks uang tersebut.
Selain telah menghadap Kadinkes, Widya mengungkapkan dirinya juga telah dimintai keterangan oleh Inspektorat Kabupaten Simalungun.
“Terkait video ini saya juga sudah dipanggil Inspektorat Simalungun,” pungkasnya. (Tra)
