Harapan tersebut disampaikan menyusul belum digelarnya kembali ajang pemilihan duta pariwisata dan budaya Kota Medan sejak terakhir dilaksanakan pada 2022.
Ketua Ikatan Jaka dan Dara Kota Medan periode 2020-2023, Ari Ismail, SSos, MM mengatakan keberadaan Jaka dan Dara penting untuk kembali diaktifkan sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda sekaligus sarana mempromosikan budaya dan pariwisata Kota Medan.
"Kami berharap kepada Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan agar kembali melaksanakan Pemilihan Jaka dan Dara Kota Medan tahun 2026," ujar Ari.
Pihaknya memahami adanya kebijakan efisiensi anggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Namun, ia berharap keterbatasan anggaran tidak menghilangkan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi di bidang budaya dan pariwisata.
Ari menilai, ajang Jaka dan Dara dapat menjadi wadah bagi para peserta dari berbagai kelurahan dan kecamatan di Kota Medan untuk mengasah kemampuan, wawasan, kreativitas, serta keterampilan dalam mempromosikan potensi daerah.
"Kami sangat berharap Jaka dan Dara kembali diaktifkan dan dikembangkan. Mereka dapat menjadi bagian penting dalam mempromosikan budaya dan pariwisata Kota Medan," katanya.
Harapan tersebut, lanjut Ari, juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap.
Menurutnya, pengembangan Jaka dan Dara memiliki keterkaitan dengan semangat Medan Berbudaya dan Energik, terutama dalam mendorong pelestarian budaya lokal sekaligus meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda.
Ari menambahkan, IKAJARA memiliki sejarah panjang dalam mendukung keberadaan Jaka dan Dara Kota Medan. Organisasi tersebut telah menjadi wadah bagi para alumni Jaka dan Dara untuk tetap berkontribusi terhadap pengembangan budaya dan pariwisata di Kota Medan.
"Karena kami para alumni Jaka dan Dara yang tergabung dalam IKAJARA memiliki sejarah panjang, kami berharap keberadaan organisasi dan para alumni dapat kembali bersinergi dengan Pemko Medan dalam mengembangkan potensi generasi muda," ujarnya.
Selain Ari, harapan serupa juga disampaikan para senior dan keluarga besar IKAJARA Kota Medan. Mereka berharap Dinas Pariwisata Kota Medan dapat mempertimbangkan kembali pelaksanaan Pemilihan Jaka dan Dara Kota Medan pada 2026.
Bagi IKAJARA, pelaksanaan pemilihan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi salah satu ruang untuk mencetak generasi muda yang memiliki wawasan budaya, pariwisata, komunikasi publik, serta kepedulian terhadap perkembangan Kota Medan.
Ari yang sehari-hari bertugas sebagai PNS di Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Medan menegaskan, para alumni siap memberikan dukungan apabila Pemko Medan kembali membuka ruang kolaborasi untuk menghidupkan ajang Jaka dan Dara.
"Kami dari IKAJARA dan para alumni siap mendukung dan berkolaborasi. Harapan kami, Pemilihan Jaka dan Dara Kota Medan tahun 2026 dapat kembali dilaksanakan," pungkasnya. (rel)
