-->

Misi Dagang Jatim-Sumut Tembus Rp2,58 Triliun, Bobby Nasution Dorong UMKM Naik Kelas

Sebarkan:
Gubernur Sumut Bobby Nasution menyematkan kain ulos kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam acara Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut bertema “Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan, Selasa (29/9/2026). Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim)-Sumatera Utara (Sumut) mencatat transaksi fantastis mencapai Rp2,58 triliun. Nilai tersebut bahkan belum final karena proses transaksi antarpelaku usaha masih terus berlangsung hingga penutupan resmi kegiatan. Angka itu terungkap dalam Misi Dagang dan Investasi Jatim-Sumut bertema 

“Meningkatkan Jejaring Konektivitas antara Jawa Timur dan Sumatera Utara” yang digelar di Ballroom Hotel Grand Mercure Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan, Selasa (29/9/2026).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, nilai Rp2,58 triliun tersebut merupakan akumulasi transaksi dari dua arah, yakni penjualan dan pembelian antarpelaku usaha kedua provinsi. “Total transaksinya Rp2,58 triliun,” ujar Khofifah di sela kegiatan.

Menurutnya, salah satu sektor yang menjadi penyumbang terbesar berasal dari perunggasan dan industri hilirnya. Transaksi daging ayam dan telur saja mencapai sekitar Rp1,5 triliun, atau lebih dari separuh nilai transaksi yang tercatat.

Khofifah mengaku sempat terkejut melihat besarnya transaksi tersebut. Setelah ditelusuri, terdapat pelaku usaha yang sebelumnya memenuhi kebutuhan dari provinsi lain, namun kini beralih membeli produk asal Jawa Timur. “Pergerakan dan dinamika pasar memang harus kita ikuti ritmenya,” katanya.

Transaksi Antarpelaku Usaha

Gubernur Sumut Bobby Nasution menilai besarnya transaksi tersebut menunjukkan kuatnya potensi perdagangan antardaerah, khususnya ketika pelaku UMKM mampu memperluas jejaring pasar.

Bobby menyebut, nilai transaksi yang telah menembus lebih dari Rp2,5 triliun tersebut tercatat hingga sekitar pukul 13.00 WIB dan masih berpotensi bertambah.

“Dari Sumut hari ini ada hasil hortikultura. Tadi juga disampaikan, ada arang, itu juga yang dibeli,” ujar Bobby didampingi Kepala Dinas Perindag ESDM Sumut Dedi Jaminsyah Putra Harahap.

Bobby menekankan angka tersebut baru menggambarkan transaksi antarpelaku usaha, belum termasuk perputaran ekonomi setelah produk tersebut sampai ke konsumen. Karena itu, menurutnya, nilai ekonomi yang dihasilkan dapat kembali berputar di Sumut maupun Jatim setelah produk dibeli, diolah, didistribusikan, hingga dipasarkan.

Produk Sumut yang dibeli pelaku usaha Jatim juga memiliki dua jalur. Sebagian digunakan sebagai bahan baku untuk diolah lebih lanjut, sementara sebagian lainnya berpotensi masuk jalur ekspor.

“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Oleh karena itu, hari ini yang punya potensi besar adalah sektor UMKM. Karenanya Sumatera Utara mencoba mengganti pendekatan kepada para pelaku UMKM,” kata Bobby.

Pasokan Harus Konsisten

Di balik besarnya potensi pasar tersebut, Bobby mengakui masih terdapat persoalan yang harus dibenahi, terutama menyangkut kestabilan jumlah pasokan. 

Menurutnya, produk berkualitas saja belum cukup untuk menembus pasar yang lebih besar. Pelaku usaha juga harus mampu menjamin kontinuitas produksi dan pengiriman. Karena itu, pemerintah mendorong pelaku usaha yang bergerak pada komoditas sejenis untuk membangun konsolidasi melalui kelompok maupun asosiasi.

“Boleh satu usaha, satu perusahaan membuat satu produk. Tapi ada kelompok-kelompok, asosiasi yang sejenis, bisa kita kumpulkan dengan satu produk, sehingga sasarannya bukan hanya pasar domestik, tapi pasar internasional. Yang penting produknya bagus dan pengirimannya konsisten,” ucapnya.

Bobby juga mendorong agar misi dagang tidak berhenti pada transaksi hari itu. Kerja sama harus dilanjutkan menjadi hubungan usaha yang lebih luas, sehingga produk UMKM Sumut dan Jatim memiliki akses pasar yang semakin besar. Ia bahkan menargetkan transaksi pada misi dagang berikutnya dapat meningkat.

“Jadi kalau bisa berikutnya, angka Rp2 triliun bisa meningkat menjadi Rp4 triliun,” ungkap Bobby.

Arang Sumut Punya Celah Pasar Global

Potensi komoditas Sumut juga mendapat perhatian Khofifah. Salah satunya arang kayu dan arang batok kelapa yang dinilai memiliki pasar global cukup besar.

Khofifah mengungkapkan, sebelumnya ia mendapat informasi dari misi dagang di Jeddah bahwa terdapat permintaan arang yang belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang yang dapat digarap bersama oleh pelaku usaha Sumut dan Jatim.

Ia mendorong pembentukan communal branding, sehingga pelaku usaha tidak berjalan sendiri-sendiri dengan kapasitas produksi masing-masing, melainkan mengonsolidasikan produk untuk memenuhi permintaan dalam jumlah besar.

“Saya rasa kita harus saling membangun mutual symbiosis sehingga yang satu punya peluang, yang lain bisa memanfaatkan,” ujar Khofifah.

Khofifah juga menyoroti komoditas lain dari Sumut, termasuk kopi. Ia menyebut Kopi Sidikalang memiliki citra produk yang kuat dan berpeluang dikembangkan lebih jauh apabila produksi dan kontinuitas pasokannya dapat ditingkatkan. “PR kita sama-sama pak gub, bagaimana produksi kita ditingkatkan,” katanya.

Bukan Transaksi Dadakan

Khofifah menegaskan capaian Rp2,58 triliun tersebut bukan hasil transaksi yang muncul secara tiba-tiba. Sebelum dipertemukan dalam misi dagang, para pelaku usaha telah melewati proses kurasi sedikitnya tiga kali. 

Setelah itu, business matching dilakukan berulang, bahkan rata-rata hingga 10 kali, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan one on one antara calon mitra usaha. Proses transaksi juga tidak berhenti setelah kegiatan di Medan berakhir. Pelaku usaha masih dapat melanjutkan pembahasan melalui desk layanan yang tersedia pada dinas perindustrian dan perdagangan masing-masing provinsi.

Atas nama Pemerintah Provinsi Jatim, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Sumut dan berharap misi dagang tersebut segera dilanjutkan dengan kunjungan balasan. Ia menilai banyak komoditas Sumut yang memiliki peluang untuk menembus pasar lebih luas, termasuk pasar internasional.

Sementara itu, Bobby mengapresiasi kedatangan Khofifah ke Sumut. Jika sebelumnya Khofifah datang membawa bantuan ketika bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah Sumut pada November 2025, kali ini kedatangannya membawa jejaring pelaku usaha untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

“Selamat datang kembali Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Sebelumnya hadir di sini membawa bantuan kepedulian untuk Sumatera Utara yang terdampak bencana. Tetapi kali ini datang membawa pedagang, di mana ini merupakan terobosan luar biasa dan mengangkat perekonomian masyarakat,” ujar Bobby.

Misi dagang tersebut turut melibatkan instansi pemerintah, organisasi perdagangan dan pelaku usaha dari kedua provinsi, serta Bank Indonesia, OJK, BPS, Kadin, HIPMI, Gekraf dan IWAPI. (has/rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini