-->

ITSI Wisuda 445 Lulusan, Rektor Tekankan Link and Match dengan Industri Sawit

Sebarkan:

 

Suasana wisudawan/wisudawati ITSI di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (15/10). Istimewa/Hastara.id 
MEDAN, HASTARA.ID — Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) melantik 445 lulusan, dan sebagian di antaranya sudah mengantongi pekerjaan sebelum toga dikenakan. Salah satu penyerap terbesar adalah PT Agrinas Palma Nusantara. 

Direktur SDM & Umum perusahaan itu, Brigjen TNI (Purn) Dr Erry Herman, SE, MPA, mengungkapkan pihaknya telah merekrut 90 lulusan terbaik ITSI. Mereka ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Sumut, Riau, dan Kalimantan Barat.

"Semua menjadi pemimpin-pemimpin lapangan terbaik yang kami nilai, mereka bekerja sangat baik di lapangan," ujar Erry dalam Acara wisuda 2026 ini digelar di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol Medan, Kamis (15/10). 

Ia menegaskan, orangtua tidak salah mempercayakan pendidikan tinggi anak-anaknya di ITSI.

Wakil Rektor III ITSI, Ika Ucha Pradifta Rangkuti, SST, MSi, menyebut puluhan lulusan berprestasi sudah diterima di perusahaan perkebunan ternama. Selain Agrinas, daftar itu mencakup PTPN IV, PT Bumijaya, Genting Plantation, Gunas Group, Kalimantan Plantation Unit, Kawasan Industri Nusantara, Permata Group, Sinar Mas Agro, Triputra Agro, dan Sapta Pesona.

Menurut Ika, banyaknya lulusan yang terserap bahkan sebelum diwisuda menjadi bukti konsep link and match benar-benar dijalankan.

Rektor ITSI Dr Purjianto, SE, MM, menjelaskan penguatan konsep itu dilakukan lewat kolaborasi dengan industri untuk tempat magang dan praktik lapangan, peningkatan kompetensi dosen, serta pembenahan sarana dan prasarana. Tujuannya agar lulusan punya keterampilan yang sesuai kebutuhan industri perkebunan.

"Pembelajaran ITSI meliputi hard skill, yaitu penguasaan pengetahuan teori dan praktik. Mahasiswa juga dibekali softskill yaitu pengembangan karakter, sehingga lulusan punya disiplin, daya juang, tangguh, mental yang kuat dan karakter positif lain sebagai bekal dalam bekerja," urai Purjianto.

Ia menambahkan, lulusan juga menjalani rangkaian uji kompetensi dari lembaga sertifikasi profesi. Dari 445 lulusan dari enam program studi jenjang D-IV dan S-I itu, kata Purjianto, sebagian sudah bekerja di BUMN dan perusahaan swasta nasional.

Di sela prosesi, Rektor mengumumkan beasiswa S-2 bagi salah satu lulusan terbaik, Andri Putra Arta, SP, dari Prodi Agribisnis Fakultas Saintek, yang juga mewakili mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan. Beasiswa itu diberikan atas prestasi nasional dan internasional yang ia torehkan selama kuliah. Program pascasarjana ITSI sendiri baru dibuka tahun ini.

Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) Sosiawan Hary Kustanto menyebut Prodi Budidaya Perkebunan dan Prodi Pengolahan Hasil Perkebunan sebagai dua program studi unggul ITSI. 

Menurutnya, enam prodi yang ada mencakup industri sawit dari hulu hingga hilir, termasuk teknologi proteksi, integrasi digital, dan rekayasa kimia.

Ketua Aptisi Sumut, Assoc Prof Dr Muhammad Isa Indrawan, SE, MM, mengingatkan lulusan agar siap menghadapi persaingan baru setelah wisuda. Mereka harus menambah keterampilan pendukung, memahami tata kelola perkebunan modern, dan adaptif terhadap dinamika industri.

Erry Herman juga menekankan tantangan di lapangan. Produktivitas harus naik, biaya dikendalikan, lingkungan dijaga, dan tata kelola diperkuat. Menurutnya, semua itu menuntut SDM yang mampu berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan sebagai pemimpin lapangan.

Wakil Rektor I Eka Bobby Febrianto, SP, MSi, sebelumnya membacakan surat keputusan penyelesaian tugas dan syarat akademik untuk gelar sarjana jenjang D-IV dan S-I. Prosesi berlangsung khidmat dan haru, diwarnai tari-tarian dan paduan suara. (rel)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini