-->

Raih Cakupan Imunisasi BIAS, Ini Tantangan yang Dihadapi Dinkes Simalungun

Sebarkan:

 

Kegiatan BIAS yang dilaksanakan Dinkes Simalungun pada November lalu. Istimewa for Hastara.id

SIMALUNGUN, HASTARA.ID — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Simalungun telah melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) secara rutin sepanjang November lalu. 

Kegiatan imunisasi yang dilaksanakan meliputi pemberian vaksin difteri tetanus (DT) untuk anak kelas 1 SD dan vaksin Tetanus Diphteria (TD) untuk anak kelas 2 dan 5. Vaksin DT berfungsi melindungi anak dari penyakit difteri dan tetanus, sementara vaksin TD memberikan perlindungan tambahan terhadap tetanus.

Pengelola imunisasi di Dinkes Simalungun, Santi Berliana Sinaga, mengungkapkan kendala utama dalam pelaksanaan BIAS adalah penolakan dari beberapa sekolah yang berbasis agama. Alasannya, sebagian orang tua tidak memberikan izin dan sekolah merasa khawatir memberikan vaksin tanpa persetujuan tertulis. 

"Padahal, sesuai dengan Juknis BIAS, imunisasi rutin tidak memerlukan izin khusus dari orang tua, cukup dengan pemberitahuan," ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (16/12).

Selain itu, kata Santi, sekolah juga merasa terbebani dengan banyaknya kegiatan yang diselenggarakan oleh puskesmas, sehingga mengganggu proses belajar mengajar. Mengatasi kendala tersebut, Dinas Kesehatan Simalungun telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, seperti mengajukan surat kepada Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama terkait pentingnya BIAS.

"Kita juga melakukan sosialisasi ke kecamatan-kecamatan, melibatkan lintas sektor (kecamatan) dan kader posyandu serta puskesmas secara aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan sekolah," tuturnya. 

Lebih lanjut, Santi menuturkan Dinkes Simalungun berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan imunisasi BIAS, dengan mengundang lintas OPD dan Kemenag dalam rapat koordinasi P2P untuk membahas kendala BIAS untuk membahas rencana tindak lanjut yang akan dilakukan dalam melakukan sweeping terhadap anak yang belum mendapatkan imunisasi BIAS serta memperkuat sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi untuk kesehatan anak.

Santi juga berharap dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, cakupan imunisasi BIAS pada tahun mendatang dapat mencapai target yang ditetapkan. Semua anak sesuai sasaran usia diharapkan dapat menerima imunisasi lengkap.

"BIAS memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak usia sekolah. Dengan imunisasi, anak-anak mendapatkan perlindungan terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Selain itu, adanya vaksin baru yang diberikan di sekolah semakin memperkuat upaya menjaga kesehatan anak," pungkas dia. (put)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini