![]() |
| Anggota DPR RI asal PDIP, Sukur H Nababan. Istimewa |
TAPUT, HASTARA.ID — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sukur H Nababan, menyampaikan catatan penting ihwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Tapanuli Utara (Taput) pada Rabu, 27 November 2024.
Politisi PDIP yang sudah tiga periode duduk sebagai legislator di Senayan ini, menyebut bahwa Pilkada Taput 2024 sangat brutal dan merusak demokrasi karena penuh dengan kecurangan. Salah satu pasangan calon menurutnya telah melakukan segala cara untuk menjadi kepala daerah.
Pelaksanaan Pilkada di Taput sudah terstruktur, sistematis dan masif untuk menenangkan salah satu paslon. TSM ini antara lain institusi Polres dipakai untuk intimidasi, Pj bupati yang bergerak masif, politik uang masif mulai dari H-3 bahkan membagi uang didekat TPS pada hari H. Lalu surat suara yang sudah tercoblos nomor urut 2, ada indikasi mengganti surat suara yang sudah dicoblos saat mau perhitungan suara," ujarnya yang dikutip wartawan dari akun Facebooknya, Sukur Nababan, Sabtu (30/11/2024).
Saat semua bukti sudah ada, kata Sukur maka dirinya dihadapkan dan didorong untuk melakukan demo dan ribut di Kabupaten Taput.
"Saya putra Tapanuli Utara, yang sangat mencintai Tapanuli Utara lebih dari apapun, maka saya mengambil keputusan, tidak boleh ada keributan apapun di Tapanuli Utara akibat Pilkada. Harus ditempuh dengan cara damai dan proses hukum. Kita tunggu proses hukum," tegas dia
Bagi Sukur Nababan, menjadi kepala daerah adalah pengabdian bukan untuk kekuasaan dan merampok Tapanuli Utara.
"Maka saya tidak pernah akan membeli suara dan menghalalkan semua cara untuk menjadi kepala daerah. Saya mengucapkan terimakasih kepada yang setia dengan paslon 01, dan meminta maaf jika sampai akhir saya tidak mau membeli kepala orang agar kita menang. Kepada mereka yang membenci dan meniadakan hal baik dalam hidupnya dan kampungnya, semoga Anda mendapatkan yang jauh lebih baik sesuai harapanmu," ucap dia.
Ia mengajak masyarakat Taput membawa nama kabupaten tersebut di dalam doa sehingga semua hal baik dan pembangunan selama sepuluh tahun ini dilanjutkan.
"Jangan kembalikan Tapanuli Utara seperti 11 tahun yang lewat. Terimakasih untuk seluruh masyarakat Tapanuli Utara. Tuhan memberkati kita semua," demikian Sukur Nababan. (*)
