![]() |
| Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH), M Hadi Susandra Lubis. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH), M Hadi Susandra Lubis meminta Kepolisian Sektor Medan Baru segera menangkap pelaku pembobol rumah Wartawan, Parlindungan Harahap (Ain) di Medan pada, Jumat (20/12/2024).
"Polisi harus segera menangkap pelaku. Terlebih, kejadian ini sudah dua pekan dan setahu saya kasus ini juga sudah viral di media sosial," ungkap Hadi menjawab wartawan, Jumat (3/1/2025).
Dikatakan Hadi bahwa Kapolri sudah mengeluarkan statement agar Polri responsif dalam menangani kasus tanpa harus menunggu viral. Hal itu menunjukkan keseriusan Kapolri dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
"Seharusnya kasus pembobolan rumah ini sudah sangat layak segera diungkap oleh Polsek Medan Baru. Bahkan menurut saya sudah banyak yang pernah menjadi korban. Efek jera bagi para pelaku diperlukan dalam penanganan kasus seperti ini sehingga menjadi stimulus juga bagi masyarakat untuk berani melapor ke polisi, bila menjadi korban kejahatan," tegas dia.
Hadi berasumsi fenomena aksi pembobolan rumah biasanya dilakukan para pemakai narkoba jenis sabu-sabu dan kecanduan judi online dan pelaku tidak jauh-jauh dari sekitar lokasi kejadian. Pengungkapan kasus tersebut diyakininya akan turut memutus aksi kejahatan lain sehingga rasa aman, tertib dan nyaman di tengah masyarakat dapat terwujud.
"Untuk kasus yang dialami rekan kita ini, menurut saya Polsek Medan Baru cukup kompeten, mengingat ada handphone dan laptop milik korban yang dibawa pelaku. Selain itu, pelaku juga sempat melakukan penipuan menggunakan handphone korban. Penerima transferan melalui aplikasi DANA itu juga menurut saya bisa dilacak," pungkasnya.
Parlindungan Harahap (Ain) mengatakan bahwa dirinya hingga kini tidak mengetahui informasi perkembangan kasusnya. Dijelaskannya, begitu mengetahui menjadi korban pembobolan rumah, dirinya datang ke Polsek Medan Baru untuk membuat laporan. Saat itu, dirinya membawa kotak laptop, kotak handphone dan surat gelang emas miliknya yang hilang.
"Sebelum laporan saya diterima oleh SPKT, saya diminta kembali ke lokasi kejadian ditemani seorang polisi berpakaian sipil. Sepulangnya dari sana, laporan saya diterima lalu saya dibawa petugas SPKT ke juru periksa. Setelah itu semua, sampai saat ini saya tidak tahu lagi perkembangan kasus itu," terang Ain. (*/rel)
