![]() |
Pengurus Perbarindo Sumut diabadikan bersama narasumber dan perwakilan OJK di sela-sela pelatihan peningkatan skill bagi insan BPR/BPRS. Istimewa/Hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Upaya meningkatkan pengetahuan dan skill insan Bank Perekonomian Rakyat/Swasta (BPR/BPRS), terus dilakukan DPD Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat (Perbarindo) Sumatera Utara.
Fokus pelatihan kali ini adalah menyusun dan menyampaikan laporan insidental dan laporan tahunan BPR-BPRS ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Laporan ini dibuat melalui APOLO dengan dukungan aplikasi digital Sistem Informasi Pelaporan Insidental (Siportal), Sistem Informasi Pelaporan Tahunan (Sipeta) untuk level direksi, pejabat eksekutif dan karyawan.
Kegiatan berlangsung selama dua hari di Hotel Grand Central Premiere, Jalan Putri Merak Jingga, Selasa (25/2), menghadirkan narasumber dari Creva Business Consulting, Fernando A. Siahaan, SE, MM dan dibuka langsung oleh Deputi Direktur Pengawasan LJK 1 OJK Sumut, Desy Ingrid.
"OJK sangat mengapresiasi pelatihan yang dilaksanakan oleh Perbarindo sehubungan dengan penyampaian laporan-laporan sesuai ketentuan OJK,” kata Desy Ingrid dalam sambutannya.
Desy menambahkan bahwa pemanfaatan digitalisasi pelaporan akan menghasilkan laporan sistematis yang lengkap, akurat, kini dan Utuh. Menurutnya, pelaporan BPR sebagian besar sudah dilakukan melalui APOLO yaitu sistem yang dibangun OJK untuk keperluan pelaporan dari lembaga jasa keuangan di bawah pengawasan OJK.
Mewakili DPD Perbarindo Sumut, Mulia Perangin-angin selaku Ketua Dewan Pengawas, berharap setelah pelatihan ini para peserta mampu memanfaatkan sistem pelaporan digital yang dinilai sangat membantu, lebih efektif dan efisien.
"Perkembangan di bidang informasi dan teknologi menjadi tantangan BPR sekaligus peluang untuk dapat bersaing dalam industri keuangan ke depannya," kata dia.
Sekretaris Perbarindo Sumut, Mery Sulianty H Sitanggang, melaporkan bahwa pelatihan ini dilaksanakan untuk membantu insan BPR-BPRS dalam membuat dan menyampaikan laporan yang sesuai dengan ketentuan OJK. Pelatihan ini diikuti 20 peserta dari 14 BPR-BPRS di hari pertama dan 49 peserta di hari kedua dari 30 BPR-BPRS yang berasal dari Sumut dan Provinsi Aceh.
"Pemanfaatan teknologi dan digitalisasi akan mempercepat dan meminimalkan risiko kesalahan dalam penyusunan dan pelaporan serta menghasilkan output yang baik," ujar Mery.
Turut hadir dalam pembukaan pengurus DPD Perbarindo Sumut antara lain Madi Simbolon, Hisar Sitanggang, Katarina Sihombing dan Adi Junianto. (rel)