-->

Publik Soroti Promosi Jabatan Alexander Sinulingga di Tengah Revitalisasi LMM Belum Rampung

Sebarkan:

 

Kondisi Lapangan Merdeka Medan (LMM) terlihat masih dalam pengerjaan. Foto diambil pada 26 Maret 2025. Hasby/hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Alexander Sinulingga disebut meninggalkan noda hitam selama menjabat Kepala Dinas Perumahan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan. Kini ia justru mendapat promosi jabatan dari Gubernur Bobby Nasution, sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara. 

Noda hitam tersebut antara lain, lantaran belum rampungnya 100 persen pekerjaan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan (LMM), meski sudah diresmikan pada 19 Februari lalu. Pembangunan tersebut memakai skema anggaran tahun jamak (multiyears) dan ditarget selesai pada Juni 2025 ini. 

Selain pengerjaan yang belum rampung, revitalisasi LMM juga menyisakan banyak problematika. Seperti upah pekerja yang belum dibayarkan pihak subkontraktor untuk pembangunan eskalator, lift, dan air conditioner (AC). Kondisi ini tentu menjadi beban moral bagi Alexander Sinulingga, Gubsu Bobby bahkan Wali Kota Medan yang baru, Rico Tri Putra Bayu Waas. 

Praktisi teknik sipil, Ir Mangunsadi, ikut bersuara melihat kondisi tersebut. Apalagi kata dia, LMM memiliki tonggak sejarah panjang terhadap peradaban ibu Pertiwi di wilayah Sumatera. 

"Wajar ketika publik menilai ada noda hitam yang telah ditinggalkan pejabat sebelumnya (Alexander Sinulingga) terhadap kondisi Lapangan Merdeka Medan hingga hari ini. Lalu dia dipromosikan pula sebagai kepala Dinas Pendidikan Sumut, walau sebenarnya secara disiplin ilmu dan basic pengalaman, tidak the right man and the right place," ujarnya menjawab wartawan, Rabu (9/4/2025). 

Ia juga menyangsikan kinerja Alexander Sinulingga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Sumut ke depan. Selain akan dibayangi masalah dan beban masa lalu, juga dalam mengamankan kebijakan nasional pemerintah pusat sebagaimana harapan Presiden Prabowo Subianto. 

"Saat ini yang kita ketahui bahwa Pak Prabowo sangat gencar untuk merealisasikan janjinya tentang Program Makan Bergizi Gratis. Apakah saudara Alex akan mampu mengamankan kebijakan tersebut di Sumut nantinya? Ini yang patut kita tunggu. Namun jika bukan orang yang ahli sains mengemban amanah jabatan itu, tentu tantangan yang dihadapinya tentu ini bukanlah pekerjaan mudah baginya," tegas arsitektur yang pernah merancang dan mengawasi mega proyek kawasan Pelabuhan Internasional Kuala Tanjung ini.

Temuan BPK

Tak cukup sampai di situ, pekerjaan Alexander Sinulingga semasa menjabat Kadis Perkim Cikataru Kota Medan, mendapat atensi khusus dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut. Bahwa didapati sejumlah kekurangan spesifikasi dan volume pada tiga proyek unggulan Bobby Nasution semasa menjabat Wali Kota Medan periode 2021-2025. Dinas Perkim Cikataru merupakan leading sector dari tiga paket mega proyek itu. 

Ketidaksesuaian spesifikasi dan kekurangan volume atas tiga paket pekerjaan yaitu: Revitalisasi Komplek Stadion Kebun Bunga: Pembangunan Gedung Kolaborasi UMKM Square Universitas Sumatera Utara (Plaza UMKM): dan Pembangunan Medan Islamic Center.

Dalam hasil pemeriksaan dokumen kontrak dan dokumen pendukung serta fisiknya terdapat ketidaksesuaian spesifikasi dan kekurangan volume terhadap proyek multiyears menggunakan dana APBD Pemko Medan sebesar Rp2,8 miliar lebih. 

Atas permasalahan tersebut, Pemko Medan melalui kepala Dinas Perkim Cikataru saat itu menyatakan sependapat dengan hasil pemeriksaan BPK. BPK merekomendasikan kepada wali kota Medan agar memerintahkan kepala dinas Perkim Cikataru:

a. Lebih optimal dalam melakukan pengawasan pelaksanaan anggaran SKPD yang dipimpinnya; 

b. Memproses potensi kelebihan pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku  sebesar Rp2.845.314.643,47;  

c. Menginstruksikan PPK lebih cermat dalam mengendalikan pelaksanaan kontrak.

"Hal-hal seperti ini sebagaimana yang saya utarakan tadi bahwa, akan mengganggu kinerja beliau di posisi jabatan yang baru saat ini. Jangan pula sampai beban masa lalu Alexander Sinulingga justru menampar dan mencoreng wajah Gubernur Bobby. Atau jangan-jangan publik menangkap kalau promosi jabatan yang diterimanya itu justru langkah pengamanan terhadapnya dari sang gubernur? Semoga saja tidak," pungkas Mangunsadi. 

Catatan wartawan, belum lama ini sejumlah elemen mahasiswa dari tiga universitas besar di Sumut, mempertanyakan alasan Gubernur Bobby mengangkat Alexander Sinulingga sebagai Kadisdik Sumut. Sayang aksi mereka saat itu tidak ada seorang pun perwakilan dari Pemprovsu yang menerima. (has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini