![]() |
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berinteraksi dengan para pelajar SMPN 2 Medan dalam Apel Trantibum yang digagas Satpol PP dan Disdikbud pada Selasa (3/6/2025). Hasby/hastara.id |
MEDAN, HASTARA.ID — Pemerintah Kota Medan mengambil langkah strategis guna meminimalisir kenakalan remaja yang masih marak terjadi hingga kini, lewat Satuan Pamong Praja Goes to School.
Percontohan program tersebut dimulai dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Medan, Jalan Brigjend Katamso Medan, Selasa (3/6/2025). Melalui Apel Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) yang dipimpin langsung Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas tersebut, diharapkan program ini mampu menekan aksi kenakalan remaja di seluruh wilayah Kota Medan.
"Ini program dari Satpol PP tujuannya bagaimana sikap-sikap humanis dari personel Satpol PP terhadap masyarakat dapat ditularkan kepada anak-anak didik kita di tingkat SMP," ujarnya menjawab wartawan usai apel.
Menurut Rico, Satpol PP Goes to School ini melibatkan sejumlah unsur pemateri dari kalangan akademisi, kepolisian dan jajaran Satpol PP itu sendiri.
"Ini juga untuk memberikan pesan-pesan kepada anak-anak kita yang akan naik ke jenjang SMA, penyampaian dasarnya adalah supaya menjauhkan diri dari narkoba, tawuran, minuman keras, pergaulan bebas dan perbuatan terlarang setidaknya dari tingkat remaja ini harus bisa ditanamkan sikap-sikap untuk menolak hal tersebut," terangnya.
Politisi muda Partai NasDem ini menyatakan upaya tersebut merupakan wujud nyata kehadiran Pemko Medan untuk menjaga kualitas generasi muda di masa mendatang. Kegiatan ini ditekankan Rico akan terus berjalan ke SMP-SMP lainnya secara bertahap untuk memberikan pemahaman yang sama.
"Di dalam (kelas) ada sekitar 80 siswa mengikuti pembelajaran untuk mendapat pemahaman sebagai duta-duta kebaikan untuk sekolahnya sendiri. Ada pemateri dari akademisi, dari kepolisian dan juga Satpol PP sendiri untuk bagaimana memberikan pemahaman tentang menjaga ketentraman dan ketertiban umum," pungkasnya.
Pelaksana Harian Kasatpol PP Kota Medan, Wandro Malau, mengakui hal ini merupakan program khusus dari pihaknya untuk meminimalisir tindakan-tindakan vandalisme, bullying di sekolah bahkan aksi tawuran yang masih marak terjadi di Kota Medan.
"Secara teknis kami melaksanakan program ini bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan kami turun ke sekolah-sekolah yang berada pada wewenang Pemko Medan. Kami ingin mengedukasi adik-adik kita, anak-anak didik kita khususnya di kelas VII, VIII, dan IX. Harapan kita mudah-mudahan mereka nantinya menjadi duta semua terkhusus di sekolahnya dan masyarakat secara luas," ujarnya.
Pihaknya menyadari program ini tidak mampu menyasar semua siswa untuk mendapat pembelajaran khusus tersebut, mengingat keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah.
Turut hadir dalam Apel Trantibum, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan, unsur Forkopimda Kota Medan lainnya dan sejumlah pimpinan perangkat daerah Pemko Medan. (has)