-->

Mega Proyek Era Bobby Nasution di Medan 'Terkatung-katung', Rawan Temuan APH

Sebarkan:

 

Anggota DPRD Sumut Dapil Kota Medan yang dipimpin Ketua Tim, Ihwan Ritonga melakukan sidak ke lokasi proyek Medan Islamic Center pada Selasa (8/7/2025). Pada hari yang sama, para legislator tersebut juga melihat langsung progres revitalisasi Stadion Teladan Medan. Istimewa/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Revitalisasi Stadion Teladan Medan menuai sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara. Dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada Senin (7/7/2025), para legislator menemukan kejanggalan dalam penggunaan anggaran, khususnya pengadaan scoring board senilai lebih dari Rp 11,7 miliar.

Wakil Ketua DPRD Sumut, Ihwan Ritonga, mengungkapkan bahwa dana revitalisasi Stadion Teladan yang bersumber dari APBD Medan 2024 sebesar Rp 70 miliar seharusnya sudah digunakan sepenuhnya. Namun, berdasarkan laporan yang diterima, scoring board disebut telah rampung padahal faktanya belum terpasang di stadion.

“Kok bisa beda datanya? Ini sudah tahun 2025, seharusnya sudah selesai,” katanya dengan nada heran.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Sumut lainnya, Landen Marbun dan Salman Alfarisi. Mereka mempertanyakan belum terealisasinya pengadaan tersebut, padahal anggaran berasal dari tahun sebelumnya.

“Ini rawan jadi temuan aparat penegak hukum. Barang elektronik tidak boleh terlalu lama disimpan, bisa rusak,” tegas Landen.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Stadion Teladan, Syahrial, memastikan bahwa scoring board telah dibeli dan kini disimpan di gudang. Menurutnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga telah melakukan pengecekan ke lokasi penyimpanan.

Syahrial menjelaskan, keterlambatan pemasangan disebabkan belum rampungnya revitalisasi fisik stadion yang bersumber dari dana APBN.

“Seharusnya sudah dipasang sejak Desember 2024, tapi pekerjaan molor terus. Sekarang kami tunggu penyelesaian sampai September 2025,” ujarnya.

Sidak tersebut diikuti sembilan anggota DPRD Sumut dari daerah pemilihan (dapil) I, antara lain Ihwan Ritonga (ketua), Salman Alfarisi (wakil ketua), dan Landen Marbun (sekretaris), serta anggota lainnya: Rahmaddian Shah, Irham Buana Nasution, Hasyim, Jumadi, M. Faisal, dan Fajri Akbar.

Pembangunan Islamic Medan Center tampak masih amburadul dan terus dikebut pengerjaannya pada tahun ini. Kondisi serupa juga terjadi pada proyek revitalisasi Stadion Teladan Medan. Istimewa/Hastara.id

Perhatian Serius

Selain Stadion Teladan, proyek pembangunan Medan Islamic Center juga menjadi perhatian serius. Meski bangunan utama masjid dengan desain tanjak khas Melayu tampak megah dan hampir rampung, akses menuju lokasi masih memprihatinkan.

Dalam kunjungan ke lokasi para legislator melihat langsung kondisi jalan yang berlumpur, licin, dan sulit dilalui saat musim hujan. Gedung dan area sekitar pun belum sepenuhnya selesai.

“Kemarin sempat dipakai untuk Salat Jumat, tapi ditutup lagi. Kami mendorong agar pembangunannya dipercepat supaya bisa dinikmati masyarakat tahun 2026,” ujar Ihwan.

Ia mengingatkan bahwa proyek ini merupakan impian lama warga Medan, bahkan sejak dirinya dan Landen Marbun masih bertugas di DPRD Kota Medan.

“Kalau Pemko Medan ingin dukungan APBD Sumut, kami siap bicara dengan pak gubernur,” ucap dia. 

Diketahui, Medan Islamic Center dibangun di atas lahan seluas 22 hektar dengan anggaran mencapai Rp 393,27 miliar, dan terus ditambah lewat APBD 2025. Sebagaimana diketahui kedua mega proyek yang nasibnya masih 'terkatung-katung' tersebut, dibangun sejak era Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini