![]() |
| Plt Kadis SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan saat diwawancarai wartawan di Balai Kota Medan, belum lama ini. Hasby/Istimewa |
MEDAN, HASTARA.ID — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sejak Kamis (14/8/2025) malam hingga Jumat (15/8/2025) pagi kembali memicu banjir di kawasan Darussalam, Simpang Barat, hingga Sei Kambing. Ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 50 sentimeter, bahkan setinggi paha orang dewasa di sejumlah titik.
Luapan Sungai Sei Kambing dan Sei Putih membuat air meluber ke permukiman warga serta jalan-jalan utama, seperti Jalan Darussalam, Iskandar Muda, dan Gatot Subroto. Air mulai naik sekitar pukul 21.00 WIB, merendam rumah warga hingga ke ruang tengah.
“Kalau hujan lebih dari satu jam, pasti masuk air. Kami sudah capek, tiap tahun begini. Air bisa sampai selutut bahkan sepaha orang dewasa,” keluh Nur Aini (40), seorang ibu rumah tangga yang rumahnya kerap terdampak banjir.
Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu aktivitas masyarakat. Sejumlah pengendara sepeda motor nekat menerobos genangan, namun banyak yang akhirnya mogok di tengah jalan. Meski air berangsur surut menjelang tengah malam, warga tetap waspada dengan kemungkinan banjir susulan.
Kawasan Darussalam dikenal sebagai daerah rawan banjir akibat rendahnya permukaan tanah serta buruknya sistem drainase. Saluran air di wilayah tersebut dinilai tak mampu menampung debit hujan, ditambah tumpukan sampah plastik dan bangunan yang menutup saluran drainase.
Menanggapi kondisi ini, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Medan, Gibson Panjaitan, menyebut luapan air Sungai Sikambing, Sei Selayang, dan Sei Putih sebagai penyebab utama. Ia memastikan Pemko Medan bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) tengah mengerjakan proyek Floodway Sikambing untuk mengendalikan banjir.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat floodway Sikambing segera tuntas. Setelah berfungsi, debit air Sungai Sikambing bisa dikontrol sehingga risiko banjir ke kawasan sekitarnya berkurang,” ujarnya menjawab wartawan, Jumat (15/8).
Floodway atau jalur banjir merupakan saluran khusus yang berfungsi mengalihkan debit air berlebih menuju sungai yang lebih besar. Proyek ini diharapkan menjadi solusi permanen bagi banjir yang kerap menghantui warga Medan, khususnya di kawasan Darussalam dan sekitarnya. (has)
