-->

Pengadaan Furniture Rp61,7 M Stadion Teladan Medan Diduga Fiktif: APH Didorong Audit Investigatif

Sebarkan:

 

Wali Kota Rico Waas mengultimatum Kadis Perkim Cikataru Medan, Alexander Sinulingga (kanan) dalam tinjauan di taman depan Stadion Teladan, Rabu (19/3). Hasby/Hastara.id

MEDAN, HASTARA.ID — Pengadaan furniture untuk Stadion Teladan Medan yang disebut menelan anggaran fantastis mencapai Rp61,7 miliar dalam dua tahun anggaran, disorot tajam Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatera Utara.  

Sekretaris Wilayah LSM LIRA Sumut, Andi Nasution, menyebutkan bahwa pengadaan tersebut patut dipertanyakan mengingat progres fisik pembangunan stadion yang masih jauh dari kata rampung.

“Patut dipertanyakan seperti apa kondisi furniture tersebut, apakah sudah terpasang? Hingga kini pembangunan Stadion Teladan jauh dari harapan,” ujarnya melalui pernyataan tertulis kepada hastara.id, Jumat malam (1/8/2025).

Andi merinci pada tahun anggaran (TA) 2024, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkimcikataru) Kota Medan membelanjakan sekitar Rp17,9 miliar untuk pengadaan furniture stadion melalui sistem e-purchasing. PT. TII tercatat sebagai penyedia barang tersebut.

Selanjutnya pada TA.2025, instansi yang sama kembali menggelontorkan dana sebesar Rp43,8 miliar untuk kebutuhan serupa—dengan penyedia yang sama, yakni PT TII.

“Hingga saat ini belum terlihat secara nyata barang yang dibelanjakan, apalagi yang disebut-sebut berbahan komposit. Padahal, untuk tahun anggaran 2025 saja, realisasi anggarannya sudah berjalan sejak 7 Februari,” ungkap Andi.

Proyek Revitalisasi Stadion Teladan Medan terancam mangkrak. Saat ini para pekerja telah meninggalkan Kota Medan dengan kondisi belum menerima gaji, dan pengusaha katering lokal juga belum dibayarkan oleh pemborong. Istimewa/Hastara.id

LIRA pun menaruh curiga atas belanja tahun sebelumnya yang dinilai berpotensi fiktif, mengingat pengadaan serupa kembali dilakukan tahun ini dengan nominal yang jauh lebih besar.

Kecurigaan LIRA makin menguat setelah pernyataan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, yang menyebut pekerjaan dari APBD Kota Medan sudah selesai. Hal itu diungkapkan usai rapat paripurna HUT ke-435 Kota Medan di DPRD Medan, Senin (30/6/2025).

“Maksudnya bagaimana? Apakah bisa dikatakan selesai jika barangnya belum terpasang?” tanya Andi.

Selain soal nilai dan progres, LIRA mempertanyakan penunjukan PT. TII sebagai penyedia furniture selama dua tahun berturut-turut.

“Masih banyak perusahaan penyedia furniture berbahan komposit di Indonesia yang punya pengalaman membangun stadion bertaraf internasional. Kenapa tetap PT. TII lagi? Apakah ada indikasi persekongkolan?” kata Andi.

LSM LIRA mendesak agar pihak berwenang, termasuk aparat penegak hukum, melakukan audit dan investigasi menyeluruh terhadap proses pengadaan tersebut untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran publik. (has)


Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini