-->

Proyek Pemasangan U-dicth di Jalan Juanda Terhenti, Ini Penjelasan Dinas SDABMBK Medan

Sebarkan:

 

Penampakan proyek pemasangan U-dicth di Jalan Juanda, Medan, persis di depan Komplek Perumahan Taman Polonia, terhenti pengerjaannya akibat utilitas kabel PLN dan pipa gas. Dokumentasi ini diambil sekitar seminggu yang lalu. Hasby/Hastara.id 

MEDAN, HASTARA.ID — Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Medan menepis isu ketiadaan anggaran terhadap terhentinya proyek pemasangan U-dicth di sepanjang Jalan Juanda. 

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan, kendala pekerjaan tersebut terhenti karena adanya utilitas seperti pipa gas dan kabel PLN di bawah tanah yang sedang pihaknya gali saat ini. 

"Jadi untuk penanganan utilitasnya sudah hampir selesai, ke depan sudah bisa lancarlah (pekerjaan pemasangan U-dicth-nya)," ujar Plt Kepala Dinas SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan menjawab wartawan, Kamis (14/5/2025). 

Pihaknya menepis pekerjaan yang sempat terhenti tersebut bukan disebabkan ketiadaan anggaran. Melainkan memberi waktu kepada pihak terkait sebagai pemilik utilitas guna meminimalisir kesalahan pekerjaan. 

"Sebab itu sangat rawan. Kalau masih punya PDAM (Perumda Tirtanadi Sumut) kami masih bisa mengerjakannya. Misal, bocorlah pipanya yang keluar air dan kami masih bisa bekerja. Jika gas dan listrik tentu bisa menimbulkan api," terang dia.

Amatan wartawan belum lama ini, terhentinya pemasangan U-dicth di kawasan Jalan Juanda, Medan sudah berlangsung hampir satu bulan lamanya. Material U-dicth juga masih terlihat berjejer di sejumlah titik pada kawasan tersebut. Sedangkan pada area-area drainase yang sudah digali, tampak belum rampung semua pemasangan U-dicth-nya. Namun pengamatan pada Kamis pagi (14/8), petugas sudah mulai merapikan area pekerjaan yang sempat mandek tersebut. 

Kegiatan Patching

Mengenai pekerjaan patching atau tambal sulam jalan rusak paling rawan, diakui Gibson Panjaitan terus berlangsung di seluruh kecamatan, sembari melihat ketersediaan anggaran di Perubahan APBD 2025. 

"Tentu kami prioritaskan di mana yang paling parah dan membutuhkan," ucapnya. 

Sejauh ini belum ada kebutuhan untuk perbaikan atau pembangunan jalan yang mengalami kerusakan parah. 

"Namun untuk pengerjaan yang total masih kita hold (tahan) dulu sembari menunggu anggaran (di APBD). Kita ready anggaran untuk patching-patching jalan saja," pungkasnya. (has)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini