-->

Data Sementara Korban Bencana Alam Sumut: 23 Jiwa Meninggal, Enam Orang Hilang, Ribuan Warga Mengungsi

Sebarkan:

 

Foto ilustrasi bencana alam melanda Provinsi Sumatera Utara. Sejauh ini belum ada penetapan status siaga bencana dari Gubernur Bobby Nasution. Istimewa 

MEDAN, HASTARA.ID — Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara sejak Senin hingga Rabu (24–26/11/2025) memicu rangkaian bencana banjir bandang dan tanah longsor di delapan kabupaten/kota. 

Data sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut mencatat sedikitnya 23 orang meninggal dunia, 6 orang hilang, puluhan luka-luka, serta ribuan warga terpaksa mengungsi.

Laporan resmi yang diterima Rabu (26/11/2025) pukul 11.39 WIB menunjukkan kondisi terparah terjadi di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kota Sibolga, dan Tapanuli Tengah (Tapteng). 

Dampak bencana alam ini di Tapsel, menyebabkan 13 warga meninggal, 37 luka-luka, dan 3 orang hilang. Sebanyak 3.000 kepala keluarga mengungsi. Sedikitnya 12 rumah rusak berat, 6 rusak sedang, dan 312 rusak ringan, sementara satu unit sekolah dilaporkan terdampak. 

"Petugas BPBD bersama aparat setempat masih melakukan evakuasi dan pendataan, dengan kebutuhan mendesak berupa tambahan personel, logistik, serta peralatan," ujar Kepala Bidang Penanggulangan dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati. 

Sibolga: 5 Meninggal, 6 Hilang

Di Kota Sibolga, banjir bandang dan longsor pada Selasa (25/11) menelan 5 korban jiwa, sementara 6 lainnya masih hilang. Kerusakan rumah dan infrastruktur masih dalam proses pendataan. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di lokasi-lokasi terdampak.

Wilayah Tapteng juga mengalami bencana serupa pada hari yang sama, menewaskan 4 orang, sementara data korban luka serta kerusakan rumah dan fasilitas umum masih dikumpulkan. Di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), dampak banjir bandang membuat 776 KK mengungsi meski tidak ada korban jiwa. Sebanyak 14 rumah rusak berat, lahan pertanian seluas 85 hektare rusak, serta satu unit sekolah terdampak.

Selanjutnya di Tapanuli Utara (Taput), bencana alam menyebabkan 19 KK mengungsi dan merusak 5 rumah rusak berat serta 64 rusak ringan. Empat titik ruas jalan terdampak dan satu jembatan dilaporkan putus. Sedangkan Nias Selatan (Nisel) mencatat satu rumah rusak berat dan satu ruas jalan terganggu, tanpa korban jiwa.

Sementara di Pakpak Bharat, satu orang dilaporkan meninggal dan dua rumah rusak berat akibat banjir dan longsor.

Hampir seluruh wilayah membutuhkan tambahan personel, logistik, peralatan evakuasi, alat komunikasi, serta pasokan listrik darurat. BPBD Sumut memastikan proses evakuasi, pencarian korban hilang, serta pendataan kerusakan masih berlangsung.

“Informasi lanjutan akan disampaikan setelah proses asesmen di lapangan selesai,” pungkas Sri Pancasilawati. 

Sejauh ini diketahui belum ada penetapan status bencana dari Gubernur Sumut, Bobby Nasution. (prn)

Sebarkan:
Komentar

Berita Terkini