![]() |
| Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan (kiri), memaparkan program pembangunan Pemprov Sumut dalam konferensi pers di kantor gubernur pada Rabu (28/1/2026). Istimewa/Hastara.id |
“Pagu indikatif terhadap rencana pembangunan infrastruktur tahun 2026 sebesar Rp1,9 triliun,” ujar Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Sumut, Rizal Hasibuan dalam temu pers yang digagas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (28/1/2026).
Rizal menjelaskan, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan proyek strategis daerah (PSD). Pada bidang kebinamargaan, PHTC dianggarkan sebesar Rp690 miliar, sementara PSD mencapai Rp356 miliar. Adapun pada bidang sumber daya air, PHTC dialokasikan Rp258 miliar dan PSD sebesar Rp57 miliar.
Program tersebut sejalan dengan kebijakan Gubernur Sumut Bobby Nasution melalui Program Hasil Terbaik Cepat Infrastruktur Terintegrasi (INSTANSI), yang menitikberatkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar di berbagai daerah.
Selain itu, Pemprov Sumut juga menyiapkan anggaran untuk penanganan pascabencana. Untuk kebinamargaan, dialokasikan dana sebesar Rp151 miliar, sedangkan bidang sumber daya air sebesar Rp59 miliar.
Dinas PUPR Sumut turut menganggarkan pengadaan alat berat senilai Rp46 miliar. Pengadaan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi bencana, menyusul keterbatasan alat berat yang dialami saat penanganan banjir dan longsor pada masa tanggap darurat pada 2025.
“Saat tanggap darurat bencana tahun lalu, kita agak keteteran dalam hal alat berat, terutama untuk pembersihan material banjir dan longsor,” kata Rizal.
Rizal Hasibuan turut memaparkan capaian pembangunan infrastruktur tahun lalu. Hingga akhir 2025, ungkap dia kondisi jalan mantap di Sumut tercatat mencapai 75 persen dari total panjang jalan provinsi yang mencapai 3.005 kilometer.
Pemprov Sumut berharap, dengan dukungan anggaran yang signifikan pada 2026, kualitas infrastruktur dapat terus meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi serta mobilitas masyarakat di daerah. (has)
